Tjahjo Kumolo Bilang Habib Rizieq Perlu Mengenal Pancasila

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo terus pasang badan bagi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dipersoalkan M Rizieq Shihab.

Tjahjo meminta imam besar Front Pembela Islam (FPI) yang beken dengan panggilan, Habib Rizieq itu belajar Pancasila lagi.

“Habib Rizieq sebagai ulama, ya perlu belajar mengenai Pancasila,” ucap Tjahjo Kumolo saat ditemui awak media di Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).

Mantan sekretaris jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menegaskan, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI sudah final. Karena itu setiap warga negara Indonesia (WNI) harus mau mengakui Pancasila sebagai ideologi.

“Itu sudah prinsip selesai. Sudah final. Siapa pun ormas, siapa pun partai politik, siapa pun warga negara berhak berserikat, berhimpun, berpartai, berormas, ya harus mengakui ideologi Pancasila,” ungkap Tjahjo Kumolo.

Lebih lanjut Tjahjo Kumolo menegaskan, Pancasila amat vital bagi bangsa. Menurutnya, Pancasila merupakan ideologi yang mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Mau Sukses di Malam Pertama, Ikuti Tips Ini

Luna Maya Ultah ke-36, Apa Hadiah dari Ariel Noah?

Aktris Vanessa Pamer Video Bikini, Netizen: Biar Naik Tarifnya

Alexander Marwata Beber Upaya Pelemahan KPK di Wawancara

Prof dr Abdul Salam M Sofro PhD, Sang Begawan Hematologi

“Menjadi perekat bangsa ini yang dibangun sudah 74 tahunan ini. Jadi kalau sekarang (Pancasila) masih dipertanyakan, ya, mundur lagi. Begitu saja,” tegas Tjahjo Kumolo.

Sebelumnya, Habib Rizieq menilai BPIP yang dibentuk Presiden Jokowi merupakan lembaga yang mengancam dasar-dasar negara. Alasannya, lembaga itu tidak bermanfaat, bahkan membuang anggaran negara.

“Jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah Badan Pengkhianat Ideologi Pancasila sehingga harus dibubarkan,” kata Rizieq melalui video conference pada acara Milad Ke-21 FPI di kawasan Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8). (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...