BMKG Bicara Soal Kalimantan Timur Jadi Ibu Kota Negara


FAJAR.CO.ID, JAKARTA– ‎Kepala Badan Metodologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, pulau Kalimantan sangat aman untuk dijadikan lokasi ibu kota baru. Pasalnya, di wilayah tersebut potensi gempa buminya sangat kecil dibandingan dengan daerah lain seperti di Pulau Jawa.Itu menanggapi pemerintah yang terus mematangkan wacana pemindahan ibu kota baru yang sebelumnya berada di DKI Jakarta, akan dipindah ke Kalimantan Timur (Kaltim). Kajian-kajian teknisnya pun sudah dikirimkan ke DPR.“Artinya di Kalimantan masih ada pusat gempa di masa lalu pernah terjadi. Tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit,” ujar Dwikora kepada wartawan, Rabu (28/8).Dwikora menjelaskan, kerawanan gempa Pulau Kalimantan paling sedikit karena pulau tersebut bagian dari benua Asia yang lempengannya sudah cukup stabil. Sehingga, menurut BMKG, sudah sangat tepat pemerintah memilih lokasi ibu kota baru di tanah Borneo ini.“Nah, pulau-pulau yang lain adalah akibat masih mengalami tumpukan lempeng. Umurnya sudah tua jutaan tahun seperti 30 juta tahun,” katanya.Namun demikian, Dwikora menyakini alasan pemindahan ibu kota ini bukan hanya karena Kalimantan paling kecil risiko terjadinya bencana alam. Melainkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan adanya pemerataan pembangunan.“Tapi tujuan Presiden untuk bangun Indonesia secara keseluruhan biar enggak ada jarak (kesenjangan) antarwilayah,” tuturnya.

Basri Hasanuddin Paparkan Haul Akbar 15 Tahun Wafatnya Jenderal M Jusuf

Komentar

Loading...