CRC: Tidak Benar yang Dituduhkan oleh Ketua Demokrat Maros

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Lembaga survei Celebes Research Center atau CRC angkat bicara terkait tudingan Ketua Demokrat Maros, Amirullah Nur Saenong. Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer mengungkapkan, lembaganya itu punya panduan kerjasama (kontrak) dengan setiap pengguna jasanya.  Dalam kontrak (survei) tersebut dijelaskan detail kapan pengambilan data dilakukan dan kapan dilaporkan hasilnya.  Kemudian, kronologi kerjasama dengan Amirullah Nur itu awalnya hendak melakukan pemotretan preferensi pemilih di semua dapil di Kabupaten Maros pada pileg lalu.  “Tapi kemudian ia batalkan dan hanya menjadikannya di satu dapil. Biaya yang beliau serahkan sesuai dengan yang disebut,” katanya, Rabu, 28 Agustus. Hasil perekeman sudah Herman sampaikan kepada Amirullah berulang kali. 

Merasa Dirugikan, Ketua Demokrat Maros Bakal Polisikan Lembaga Survei Ini
Bahkan, di salah satu kedai kopi di Kota Makassar, Herman juga sampaikan jika hasil preferensi pemilih di dapilnya belum terlihat Partai Demokrat berpotensi mendapatkan satu kursi.  Oleh karena itu, Herman menyarankan Amirullah harus kerja keras agar Partai Demokrat bisa mendapatkan satu kursi.  “Pak Amirullah pun mengakui kalau dirinya memang belum melakukan kerja-kerja memengaruhi pemilih secara massif,” jelas Ketua HIPMI Sulsel itu. Oleh karena itu, Amirullah kemudian meminta Herman untuk membantu kerja-kerja lapangannya.  Lantas Herman merekomendasikan orang yang berpengalaman melakukan kerja-kerja lapangan kepada Amirullah. Bahkan orang tersebut beberapa kali sudah dipertemukan langsung ke Pak Amirullah.  Menurut Herman, kerja-kerja lapangan bukanlah bagian dari kontrak kerjasama survei. Itu dua hal berbeda.  “Pak Amirullah juga sempat memberikan uang muka (Rp10 juta) kepada konsultan lapangan yang kemudian juga batalkan karena, mungkin, mau mengerjakannya sendiri,” jelasnya. Menurut Herman, jika ada kekecewaan dalam kerjasama, ada jalan yang bisa ditempuh oleh para pihak. Termasuk jalan kekeluargaan (musyawarah) atau lewat jalur hukum.  “Pak Amirullah, kami anggap, bukan hanya sekedar klien. Tapi juga saudara dan juga politikus handal, matang dan rasional dalam menentukan hal-hal penting yang harus diambil. Bagi kami, apa yang diutarakan bukanlah masalah. Bagi sebagian orang, dalam politik terkadang satu tambah satu bukan sama dengan dua. Bisa jadi empat, enam dan seterusnya,” tutupnya. Sebelumnya, Ketua Demokrat Maros, Amirullah Nur menuntut lembaga survei Celebes Researc Centre (CRC) mengembalikan biaya survei pemilu lalu sebesar Rp70 juta. Alasannya, biaya Rp70 juta tersebut sudah dia kirim, namun CRC disebut tidak melakukan riset sesuai kesepakatan awal. “Kita pernah buat kontrak untuk seluruh Dapil di Maros, tapi tidak jadi. Akhirnya kita minta survei 1 Dapil saja yakni Dapil III dan sampai terakhir tidak pernah ada persentase,” kata Amirullah Nur dalam jumpa persnya di Makassar, Selasa, 27 Agustus. Dia mengatakan, bukti transfer dirinya kepada Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer masih dia simpan. “Tiga kali tranfer, totalnya Rp70 juta,” katanya. Dia menambahkan, sejak awal Herman tidak pernah melakukan komunikasi atau menyampaikan hasil risetnya. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : taqim

Comment

Loading...