Irjen Firli Ngaku Tak Langgar Etik Soal TGB, KPK Bilang Ini

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen Firli Bahuri mengklaim sudah menerima putusan dugaan pelanggaran etik saat bertemu dengan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi.

Firli menyebut bahwa pimpinan KPK menyatakan tak ada pelanggaran dalam pertemuannya dengan TGB.

Pernyataan Firli tersebut mendapat respons dari Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Menurut Febri, pernyataan Firli saat menjawab tes wawancara dan uji publik terkait dugaan pelanggaran sama sekali tidak benar.

“Pimpinan KPK tidak pernah menyatakan apalagi memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran etik oleh mantan pegawai KPK, yang sekarang sedang menjalani proses pencalonan sebagai pimpinan KPK,” kata Febri di Gedung KPK, Selasa (27/8) malam.

Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini pun menjelaskan soal kronologis pemeriksaan terhadap Firli. Menurutnya, Irjen Firli yang kini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan sempat diperiksa oleh Direktorat Pengawas Internal (PI) pada awal Desember 2018. Hasil pemeriksaan tersebut selesai pada 31 Desember 2018.

“Tim pemeriksa telah memeriksa 27 orang saksi dan 2 orang ahli. Tim juga menganalisis bukti-bukti elektronik yang didapatkan. Fokus tim bukan hanya pada satu pertemuan saja, tetapi sekitar tiga atau empat pertemuan,” ungkap Febri.

Hasil pemeriksaan Direktorat PI terhadap Irjen Firli kemudian diserahkan kepada pimpinan KPK pada 23 Januari 2019. Pimpinan KPK kemudian menugaskan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) untuk membahas lebih lanjut. Namun, saat prosesnya telah masuk di DPP, Irjen Firli ditarik oleh Polri. “Proses ini tidak bisa selesai karena yang bersangkutan tidak menjadi pegawai KPK lagi,” tutur Febri.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...