Kapen Koopsau II Memberi Nilai-nilai Kebangsaan kepada Mahasiswa Politeknik Ujungpandang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Kepala Penerangan (Kapen) Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) II Mayor Sus Husban Abady, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Politeknik Negeri Ujungpandang, di Auditorium kampus itu di Makassar, Rabu (28/8/2019).

Kesempatan ini, Husban Abady menyampaikan mamteri: Nilai-nilai Kebangsaan yang bersumber dari “Empat Konsensus Dasar Bangsa”, yang dianggapnya, Indonesia bisa berdiri kokoh dan kuat sampai usia 74 tahun kemerdekaan karena memiliki Empat Konsensus Dasar Bangsa yaitu : Pancasila,  Undang-Undang Dasar (UUD) Negara RI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Dari keempat konsensus dasar bangsa tersebut mengandung 14 nilai. Lima nilai yang terkandung dalam Pancasila neliputi; nilai religius,  kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan, dan nilai keadilan. Tiga nilai yang terkandung dalam UUD NRI 1945 meliputi; nilai demokrasi,  kesamaan derajat, dan nilai ketaatan hukum,” jelas Husban Abady.

Sedang dalam NKRI, dikatakan Husban, ada 3 nilai meliputi; nilai kesatuan wilayah, persatuan bangsa, dan nilai kemandirian. Sementara 3 nilai yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika meliputi; nilai toleransi,  keadilan, dan nilai gotong royong.

Menurut dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi ini, apabila ke-14 nilai kebangsaan tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, maka Indonesia akan menjadi negara yang bermartabat. Negara yang tetap bersatu dan percaya diri,  negara yang mampu mewujudkan tujuan nasionalnya,  menjadi negara yang sejahtera dan mandiri,  serta menjadi negara yang kuat dan disegani negara lain.

Menariknya, di akhir penyampaian materinya, Husban Abady memberikan semangat kepada mahasiswa Politeknik,  agar tidak sekadar bangga dengan sejarah masa lalu. “Karena kalau mahasiswa hanya bangga dengan sejarah masa lalu, maka kalian tidak akan pernah bisa membuat dan melahirkan sejarah baru,” ungkapnya.

Untuk itu, Husban Abady mengingatkan kepada mahasiswa tersebut, bukan saja sekadar generasi penerus atau pelanjut, tetapi sekaligus sebagai generasi pembaharu. (lis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...