Apindo Makassar : Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Dilakukan Dulu

ILUSTRASI

 MAKASSAR – Jika disetujui, tak lama iuran BPJS Kesehatan akan naik. Kenaikannya dipicu defisit tiap tahun.

Akibatnya, masyarakat sebagai peserta yang dibebani untuk mengurangi defisit itu melalui kenaikan premi. Banyak yang akan terdampak dari kenaikan itu. Terutama kelas bawah peserta mandiri, hingga pengusaha yang memiliki banyak karyawan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Makassar, Muammar Mauhayyan, berharap rencana kenaikan ini tidak dilakukan dulu. Alasannya, situasi dunia usaha saat ini diakui banyak mengalami tekanan.

“Sudah terjadi dalam dua tahun ini,” kata Muammar Rabu, 28 Agustus.

Selama ini, porsi iuran BPJS, baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan cukup besar dari beban perusahaan. Sehingga diakui akan sangat membebani pengusaha.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, juga mengeluhkannya. Ia juga berharap, dengan kondisi ekonomi sekarang, kenaikan iuran ditunda terlebih dahulu. “Di tunda dululah. Karena in tentu membebani perusahaan,” katanya.

Bukan berarti tidak setuju. Hanya sebaikanya, kata dia, menunggu momen baik. Pasalnya usaha hotel saat ini lagi kosong alias sepi.

Staf Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Makassar, Wira Pratiwi menuturkan, sampai sekarang belum ada informasi soal kepastian kapan iuran dinaikkan. Memang, ada usulan untuk menaikannya.

Namun, masih menunggu keputusan dari pusat terkait besarannya. “Pasti kita akan infokan jika sudah ada,” katanya.

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Latunreng, mengatakan, alasan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan dipicu oleh defisit yang terus membengkak. Saat ini, negara memang harus hadir melakukan sharing atau pembiayaan terhadap fasilitas kesehatan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...