Ketua DPR Bambang Soesatyo Desak Pemulihan Papua

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan rasa keprihatinannya dengan meninggalnya prajurit TNI dalam mengamankan aksi unjuk rasa tersebut. Sehingga Bambang mendorong‎ untuk segara melakukan pemulihan keamanan di bumi cenderawasih tersebut.

Satu petugas TNI meninggal dunia serta lima polisi luka-luka saat mengamankan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di Kabupaten Deiyai, Papua. Hal ini menggambarkan kondisi keamanan Papua yang sudah tidak kondusif. Oleh sebab itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo mendesak pemerintah untuk memulihkan kondisi keamanan Papua secepatnya.

‎”Kita mendesak untuk segera dilakukan pemulihan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet ini di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/8).

Ketua DPR Bambang Soesatyo juga mendorong Komisi I DPR untuk melakukan kajian tentang ada atau tidaknya gerakan-gerakan yang bisa dikategorikan sebagai gerapan separatis. Termasuk juga meminta penjelasan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto.

“Kemudian merumuskannya dalam bentuk pengambilan langkah-langkah yang lebih konkrit, kita punya komando pasukan khusus untuk itu yang baru saja diresmikan kemarin, dan bisa kita segera operasikan ini,” kata Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Selain itu, Bamsoet juga meminta dan mendorong untuk melakukan pembahasan masalah Papua ini. Jangan sampai terus-terusan ada korban jiwa akibat kerusuhan di Papua ini. “Semua harus dibicarakan terlebih dahulu dengan bidang yang terkait dengan pengamanan,” pungkas Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Tiga Dosen Bahasa Inggris Unismuh Belajar Penulisan Jurnal di Amerika dan Inggris

Mohammad Javad Zarif: AS Bukan Satu-satunya Pemain Dunia

Jubir PSI Surya Tjandra Ingatkan Pansel Soal Capim KPK

Iuran BPJS Naik 100 Persen, BPJS Watch Bilang Begini

Papua Bergolak, Pak! Apakah Bapak Belum Mendengar?

‎Sebelumnya, aksi unjuk rasa hingga berakhir ricuh terjadi di Kabupaten Deiyai, Papua. Demo menuntut referendum Papua itu menewaskan datu prajurit TNI dan melukai lima anggota kepolisian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, demo berlangsung di Kantor Bupati Deiyai, Papua kemarin, Rabu (28/8). Awalnya, massa yang berdemo hanya berjumlah sekitar 150 orang.

Aparat TNI-Polri yang diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa mencoba bernegosiasi dengan demonstran. Saat itu, ribuan massa dari berbagai macam penjuru tiba-tiba datang dengan membawa senjata tajam dan panah. “Langsung menyerang aparat keamanan. 1 TNI (meninggal dunia), dan lima (anggota) Polri terluka terkena panah,” ujar Dedi.

Dedi menyebut, seluruh korban terkena panah saat mengamankan demo ricuh Papua. Saat ini, aparat keamanan tengah berupaya mengendalikan situasi yang memanas di wilayah tersebut.

“Kami terus mengimbau masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat kemudian melalui Pemda setempat untuk tidak terprovokasi terhadap pasukan-pasukan, sekelompok orang yang akan memanfaatkan situasi seperti ini,” ujarnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment