Mohammad Javad Zarif: AS Bukan Satu-satunya Pemain Dunia

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR– Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menekankan bahwa Amerika Serikat telah menjadi penyebab utama ketidakamanan di Teluk Persia.

Namun, sekarang ingin membangun keamanan di wilayah tersebut dengan menciptakan koalisi. Itu disampaikan Mohammad Javad Zarif saat berbicara di forum tentang keamanan bersama di dunia Islam di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 29 Agustus.

Zarif merujuk pada perubahan dalam perkembangan global, dengan mengatakan, “berdasarkan perkembangan global, tidak ada satu negara pun yang dapat memberikan keamanan. Anda tidak dapat memiliki keamanan dengan mengorbankan ketidakamanan orang lain,” tandas Mohammad Javad Zarif.

“AS tidak dapat datang ke Teluk Persia dan tidak dapat mengklaim untuk menciptakan keamanan di mana Iran memiliki 1500 mil dari garis pantai di perairan ini, memiliki bagian utara Selat Hormuz dan 1500 mil dari garis pantai di laut Oman,” tambahnya seperti dilansir Iranpress.

“Negara itu meyakini dengan membawa beberapa kapal ke Teluk Persia, itu dapat memberikan keamanan bagi dirinya sendiri dan orang lain,” kata diplomat top Iran.

Mohammad Javad Zarif juga menunjukkan bahwa Barat bukan satu-satunya pemain penting dalam hubungan internasional lagi.

Jubir PSI Surya Tjandra Ingatkan Pansel Soal Capim KPK

Iuran BPJS Naik 100 Persen, BPJS Watch Bilang Begini

Papua Bergolak, Pak! Apakah Bapak Belum Mendengar?

Kota Jayapura Papua Mencekam, Kantor dan Mal Tutup

Tingkatkan Kemampuan Jasmani, Kodam Hasanuddin Latihan Long Mars

Menteri Luar Negeri Iran selanjutnya mengatakan, AS harus mematuhi perjanjian nuklir 2015 jika ingin bertemu untuk pembicaraan.

“Amerika Serikat terlibat dalam perang ekonomi melawan rakyat Iran dan tidak mungkin bagi kami untuk terlibat dengan AS, kecuali mereka berhenti memaksakan perang dan terlibat dalam terorisme ekonomi terhadap rakyat Iran,” kata Zarif kepada wartawan di Kuala Lumpur. .

“Jadi jika mereka ingin kembali ke ruangan, ada tiket yang harus mereka beli dan tiket itu untuk mematuhi perjanjian,” Mohammad Javad Zarif merujuk pada kesepakatan nuklir 2015.

Menteri luar negeri Iran tiba di Malaysia pada Rabu malam, setelah dua kunjungan yang sukses ke Tiongkok dan Jepang, untuk bertemu dan berunding dengan para pejabat senior Malaysia. (sah)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...