Nikah Beda Agama

  • Bagikan
(Tanggapan untuk Prof Dr Musdah Mulia MA) Pada Rabu, 14 Agustus 2019, mulai jam 09.00 pagi sampai zuhur, bertempat di Balai Kota Makassar diadakan bedah buku “Ensiklopedia Muslimah Reformis” oleh pengarangnya Prof Dr Musdah Mulia MA. Pesertanya cukup banyak utamanya kaum wanita. Pembahasnya masing-masing Dr Arfah Shiddiq dan Dr Wahyuddin Halim. Pelaksananya adalah Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Sulsel bekerja sama dengan Kadis Pemberdayaan Perempuan Pemerintah Kota Makassar. Dari pemaparan Prof Dr Musdah Mulia dan bukunya yang saya baca, Musdah Mulia banyak melakukan reinterpretasi kembali beberapa masalah yang sudah baku bahkan sudah difatwakan oleh para ulama. Menurut pengarang, Muslimah Reformis adalah dikenal melalui tekad dan karyanya melakukan kerja-kerja kemanusiaan yang bermanfaat dan membawa rahmat bagi semua makhluk di alam semesta (rahmatan lil ‘alamin). Buku ini, menurut penulisnya, mengajak sesama agar lebih kritis melihat agama diruang sosial agar agama berfungsi sebagai pedoman hidup yang dapat mengantar manusia dan masyarakat menjadi lebih berkebudayaan, berkeadaban, berspiritualitas dan lebih manusiawi. Saya yang hadir dalam acara bedah buku ini, melihat adanya semangat besar mengkaji kembali ajaran-ajaran Islam, namun disayangkan hasil pengkajiannya banyak yang berbeda bahkan sangat berbeda dengan pengkajian para ulama termasuk putusan fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia). Sebagai buktinya, saya mengemukakan satu judul dalam buku tersebut yaitu Nikah Beda Agama.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan