Nikah Beda Agama

Kamis, 29 Agustus 2019 08:18
Belum ada gambar

Prof. Musdah Mulia menyoroti pada pernikahan lelaki muslim dengan wanita ahlul kitab yaitu wanita Yahudi dan Nasrani. Menurutnya, pernikahan seorang laki-laki muslim dengan wanita ahlul kitab tersebut jelas boleh berdasarkan ayat yang sharih (jelas) dalam Q.S. Al-Maidah (5) ayat 5: “Dan dihalalkan kamu menikahi wanita-wania yang menjaga kehormatannya dari wanita-wanita beriman dan wanita-wanita ahlul kitab”.Selanjutnya Prof Musdah Mulia menulis “Jika Q.S. Al-Maidah ayat 5 di atas menegaskan tentang bolehya laki-laki muslim menikahi perempuan ahlul kitab, maka pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana kalau perempuan muslimah menikah dengan laki-laki ahlul kitab?Menurutnya, sebagian ulama fiqih menyatakan ketidak bolehannya dengan dua alasan. Pertama, Q.S. Al-Maidah ayat 5 tersebut tidak menjelaskan bolehnya pernikahan antara perempuan muslimah dengan laki-laki ahlul kitab. Dengan demikian pernikahan di antara mereka jelas tidak sah. Kedua, sesuai dengan kodratnya, perempuan mudah goyah dan terpengaruh sehingga sangat di khawatirkan si perempuan muslimah tadi akan berpindah keagama sang suami (laki-laki).Setelah membaca buku Prof Musdah Mulia ini, saya jadi terkejut, karena baru kali inisaya mengetahui ada yang membolehkan laki-laki ahlil kitab menikahi wanita muslimah.Padahal di cover buku Muslimah Reformis disebutkan bahwa pengarangnya adalahintelektual – ulama – aktivis. Bahkan disebutkan Prof Dr Musdah Mulia MA adalahperempuan pertama yang dikukuhkan LIPI sebagai Professor Riset bidang Rektor Keagamaandi Kementerian Agama (1999).

Bagikan berita ini:
10
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar