Nikah Beda Agama

Kamis, 29 Agustus 2019 08:18
Nikah Beda Agama

Dan tentunya Prof Musdah Mulia telah membaca buku “Al-Fiqh Al-Islamiy wa Adillatuhu” tulisan Dr Wahbah Az-Zuhailiy, jilid VII, halaman 152, yang mengatakan: diharamkan menurut ijma’ ulama – pernikahan wanita muslimah dengan laki-laki kafir dengan dalil Al-Qur’an ; Q.S. Al-Baqarah (2):221, Q.S. Al-Mumtahanah (60) : 10. Dan tidak dibolehkanseorang laki-laki ahlil kitab menikahi wanita muslimah dengan dalil Q.S. Q.S An-Nisa (4): 141.Dan kalau pengarang sebagai Professor Riset bidang Rektor Keagamaan telahmembaca fatwa MUI dan Al-Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu di atas, kenapa terlalu beraniberfatwa bolehnya laki-laki ahlul kitab menikah dengan wanita muslimah? Ditambah lagipernyataan-pernyataannya yang sangat vulgar, bahwa:a. Dan harus pula ditegaskan di sini bahwa pelarangan pernikahan antara perempuanmuslimah dengan laki-laki non muslim itu hanya ada dalam buku-buku para ulama danbukan dalam Al-Qur’an.b. Alasan itu pasti tidak diambil dari Al-Qur’an … maka para ulama yang mengharamkanpernikahan antara perempuan muslimah dengan laki-laki non muslim denganmelandaskan diri pada Al-Qur’an tidak dapat dibenarkan lagi. Sementara pelaranganpernikahan perempuan muslimah dengan laki-laki non muslim karena perempuanmudah goyah sehingga dikhawatirkan akan mengikuti agama suaminya, sama sekalimerupakan alasan yang mengada-ada. Alasan demikian tidak bersandar pada argumenteologis naqliyah yang kuat.

Bagikan berita ini:
4
5
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar