Papua Bergolak, Pak! Apakah Bapak Belum Mendengar?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menganggap Presiden Joko Widodo lambat menangani masalah Papua bergolak. Dia meminta Jokowi segera turun tangan langsung agar gejolak di Papua yang sudah memakan korban jiwa itu tak semakin memanas.

“Bapak presiden bicaralah. Sampaikan sebuah rencana, bertindaklah. Lakukan sesuatu yang menenangkan jiwa Papua,” twit Fahri di akun Twitter miliknya, Kamis (29/8).

Ribuan orang memperbincangkan tentang ini. Persoalan yang dipicu isu rasisme di asrama mahasiswa Papua di Jawa itu kini merembet ke aksi demonstrasi, seperti di Deiyai dan juga di Jayapura.

Fahri pun menilai kuping presiden seperti tertutup sehingga belum mengambil sikap tegas. “Papua bergolak Pak, apakah bapak belum mendengarnya? Berarti benar, di sekitar bapak ada tembok raksasa. Kuping bapak seperti disumbat tisu basah,” tulisnya.

Kota Jayapura Papua saat ini dilaporkan mencekam lantaran demonstrasi yang terjadi Kamis (29/8) pagi. Aktivitas masyarakat lumpuh.

Antara melaporkan, pertokoan dan perkantoran sejak pukul 12.30 WIT tampak tutup, termasuk Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura Papua yang bergolak.

Kota Jayapura Papua Mencekam, Kantor dan Mal Tutup

Tingkatkan Kemampuan Jasmani, Kodam Hasanuddin Latihan Long Mars

Isa Bajaj Foto Buah Labu, Singgung Duo Semangka?

Dj Dinar Candy Buat Pengakuan Menghebohkan, Ini Niatnya

Jessi Combs Wanita Pengemudi 641 Km per Jam Tewas

Di beberapa lokasi terlihat massa berkelompok dan melakukan orasi seperti di Jalan Irian yang berada di pusat kota Jayapura Papua yang tengah bergolak. Massa yang berjumlah sekitar 50-an orang melakukan orasi, sedangkan aparat keamanan bersiaga di sekitarnya.

Beberapa sekolah memulangkan siswanya sejak pukul 09.30 WIT. Aparat keamanan TNI-Polri berjaga jaga di sejumlah kawasan, sedangkan massa pendemo dilaporkan masih berjalan kaki dari sejumlah wilayah termasuk dari Sentani yang saat ini sudah berada di Waena.

Angkutan kota atau angkot sendiri banyak yang memilih tidak beroperasi. “Memang kami sengaja tidak beroperasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Supri, salah satu supir angkot jurusan Entrop-Pasir Dua.
Dilaporkan juga, Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) yang berlokasi di Kotaraja, Distrik Abepura, Papua menjadi sasaran massa yang berunjuk rasa, Kamis, (29/8). (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...