Dino Patti Djalal Ingatkan Lepasnya Timor Timur

FAJAR.CO.ID, JAYAPURA-- Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia‎, Dino Patti Djalal menceritakan mengenai lepasnya Timor Timur dari Indonesia. Dino menyampaikan, lepasnya Timor Timur dibarengi dengan tragedi kemanusiaan.

Pernyataan itu menyikapi situasi Papua yang kembali bergejolak. Di Jayapura, massa mulai melakukan tindakan anarkis, seperti merusak sejumlah fasilitas umum. Tindakan ini adalah buntut dari kesalapaham yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu di asrama mahasiswa Papua.

Seorang mahasiswa Papua diduga diperlakukan tidak mengenakkan dan mendapat umpatan rasis saat diamankan oleh pihak berwajib. Ketegangan di tanah cenderawasih meningatkan bangsa ini pada lepasnya Timor Timur.

Kerusuhan, kekerasan, pembunuhan, pembakaran rumah dan gedung, dan ratusan ribu pengungsi. Sayangnya, kata Dino, 20 tahun berlalu hingga kini tak ada satupun kajian komprehensif yang mengulas, mengapa setelah sekian lama berintegrasi, sebagian besar rakyat Timor Timur akhirnya memilih untuk keluar dari NKRI.

“Silakan cek di TNI, Polri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, BIN, Lemhanas, tidak ada satupun lembaga negara yang pernah melakukan analisa lessons learned mengenai Timor Timur, baik secara individu maupun kolektif. Padahal ini merupakan pertama kalinya suatu provinsi berpisah dari NKRI,” ujar Dino Patti Djalal dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com (Grup fajar.co.id), Jumat (30/8).

Dino Patti Djalal tak tahu persis mengapa tak ada kajian tersebut. Namun, ia menduga, itu kemungkinan besar dikarenakan pemerintah saat itu merasa kalah, malu, dan trauma setelah pisahnya Timor Timur yang mencoreng kehormatan Indonesia di dunia internasional.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...