Ibu Kota Negara ke Kaltim, Anies Masih Peluang di Pilpres 2024?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kebijakan pemerintah pusat memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim , diyakini tidak akan menghambat peluang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Indonesian Democratic Center for Strategic Studies (Indenis), Girindra Sandino menyebut, Anies tetap berpeluang maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Sebab, konstitusi dan Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu menjamin setiap warga negara yang memenuhi syarat, bisa mencalonkan diri sebagai kandidat presiden.

“Jadi, walau ibu kota negara pindah, Anies saya kira tetap berpeluang untuk maju. Cuma seberapa besar peluangnya, itu ditentukan partai politik yang akan mengusung nantinya,” ujar Girindra, Jumat (30/8).

Ayah EL Ketagihan Gituin Mawar di Minahasa Utara

Senin Mendatang, Ojol Mulai Kenakan Tarif Baru

Demonstran Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Polisi

Song Hye Kyo, Ini 8 Gaya Busana yang Layak Dicontoh

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Beber 11 Bukti Chat Susi

Girindra lebih lanjut menyatakan, Anies memang tetap berpeluang, tetapi wacana pemindahan ibu kota negara ke Kaltim dapat saja mendegradasi derajat Anies sebagai gubernur yang sebelumnya menyandang predikat daerah khusus ibu kota.

Besar kecilnya degradasi tersebut tentu saja bakal menjadi penilaian bagi parpol untuk mengusung Anies atau tidak.

“Dinamika politik perpindahan ibu kota negara ke Kaltim saya kira bisa mendegradasi derajat Anies. Tentu kelak bakal mengundang tanya Pak Anies bukan lagi Gubernur DKI,” ucapnya.

Girindra juga menyatakan, selama ini pembicaraan soal Anies mendominasi di media sosial karena posisinya sebagai gubernur daerah khusus ibu kota.

Artinya, ketika ibu kota negara nantinya pindah, pembicaraan soal Anies kemungkinan tidak lagi seperti saat ini. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar