Kajati Sulsel Perintahkan Intelijennya Endus KUR Fiktif

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mengendus adanya dugaan penyaluran kredit fiktif. Utamanya pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tidak membutuhkan agunan sebagai jaminan.

Kepala Kejaksan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar mengatakan dirinya telah memerintahkaan pihak intelejen Kejati untuk mencari data KUR yang diduga fiktif. Salah satu indikatornya yang bisa digunakan untuk mengtahui KUR itu fiktif adalah jika bermasalah dalam pembayaran.

“KUR itu diperuntukkan untuk UMKM, sehingga jelas peruntukan yakni tambahan modal usaha. Sehingga jika macet bisa diindikasikan ada kecurangan alias fiktif,” kata mantan Kajati Gorontalo tersebut, Jumat (30/08/2019).

Suami dari Lisa Firdaus Dewilmar ini juga mencurigai adanya permainan dalam pengusulan KUR hingga pencairannya. Ada indikasi kongkalikong. “Ada kemugkinan kesepakatan jahat dalam dugaan ini. Sehingga wajib dilakukan penelusuran,” ungkapnya.

Pria kelahiran Padang 13 Maret 1964 menambahkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan membuat surat tugas untuk penyelidikan KUR. Tim satgas tersebut akan melakukan inventarisasi data KUR yang ada di beberapa bank. Setelah itu dilakukan kroscek di lapangan atas jika ada temuan KUR yang bermasalah.

“Jika memang ada indikasi kesengajaan atau perbuatan melawan hukum akan dilanjutkan ke Pidsus. Ini bisa menjadi temuan motif baru untuk kejahatan perbankan,” ungkapnya. Suami dari Lisa Firdaus Dewilmar ini juga mencurigai adanya permainan dalam pengusulan KUR hingga pencairannya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Salahuddin menjelaskan dalam waktu dekat ini tim akan meminta data KUR yang ada di Sulsel. Format permohonan telah pengajuan tersebut kini sementara disusun. “Permintaan data itu perbankan itu membutuhkan izin pusat. Izin tersebut yang sementara kami susun,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Sala ini juga menambahkan kecenderungan KUR fiktif cukup jelas. Hal ini terlihat dari banyak kredit yang macet, sehingga menimbulkan kerugian perbankan. “KUR itu tidak memiliki jaminan, sehingga jika terjadi sesuatu tidak ada yang bisa disita. Itu akan menimbulkan kerugian,” tambahnya.(edo)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...