Kerusuhan di Wilayah Deiyai, KSAD : Sedang Ditangani

FAJAR.CO.ID,JAKARTA--Situasi panas di tanah Papua tak kunjung reda. Terbaru, kerusuhan terjadi di wilayah Deiyai, Jayapura. Insiden itu menewaskan beberapa orang. Dua warga sipil dan satu anggota TNI serta lima polisi luka-luka saat mengamankan aksi unjuk rasa. KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, kondisi Papua sedang ditangani. Dia mengharapkan situasi kembali normal pasca terjadinya gejolak dari masyarakat Papua beberapa waktu lalu. “Keterangan sudah dikeluarkan oleh Kodam XVII/Cenderawasih, Papua. Merekalah yang lebih tahu situasi di sana,” ujar Andika, Kamis (29/8). Terpisah, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut telah mengirim 300 anggota Brimob untuk menjaga keamanan di Deiyai, Paniai, dan Jayapura. Tito berharap peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Mantan Kepala Kapolda Papua ini menyesalkan terjadinya aksi demonstrasi yang berakhir ricuh di Deiyai, Papua, Rabu (28/8). Sementara, saat ini juga terjadi aksi massa di Jayapura. “Peristiwa di Deiyai ini sehingga akhirnya ada rekan satu anggota TNI gugur. Sangat kami sesalkan. Dia gugur saat sedang menjaga senjata yang disimpan dalam kendaraan. Akhirnya dibacok dengan panah dan gugur. Senjatanya dirampas,” jelas Tito. Dalam kericuhan itu massa juga menyerang polisi dan TNI lainnya sehingga lima polisi dan TNI terluka. Tito menduga penyerang bukanlah massa demonstran. Namun kelompok asal Paniai yang menunggangi aksi demo. “Ini kelompok yang berasal dari Paniai. Rupanya mereka sembunyi di balik massa ini dan menyerang petugas,” paparnya. Sejumlah masyarakat akhirnya bermalam di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) X di Kawasan Hamadi, Jayapura. Ini setelah terjadi unjuk rasa rusuh di kawasan tersebut. Mereka yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak itu berasal dari kawasan sekitar Entrop, Hamadi. Sementara pria dewasa tetap tinggal menjaga rumah. Unjuk rasa tersebut menimbulkan kerusakan material di berbagai tempat dari Sentani, Abepura, Kotaraja hingga Jayapura. Massa pengunjuk rasa sebelumnya sempat melakukan pembakaran beberapa gedung dan pertokoan sepanjang Abepura, Entrop dan Jayapura. Kemudian bangunan Kantor Telkomsel dan Pos Jayapura. Bangunan Kantor Bank Indonesia Perwakilan Papua, RS Provita Jayapura, Mall Jayapura, dan pertokoan yang berada di sekitarnya juga dilempari dan dirusak massa pengunjuk rasa. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...