PM Malaysia Mahathir Mohamad: Tak Ada Lowongan di Kabinet

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PUTRAJAYA– PM Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, saat ini tidak ada lowongan di kabinet. Pernyataan itu disampaikan, Kamis (29 Agustus), menanggapi pertanyaan ketika perdana menteri yang sedang menunggu Anwar Ibrahim akan bergabung dengan pemerintah koalisi Pakatan Harapan.

“Kami tidak menambahkan, membuat perubahan apa pun, atau menambah jumlah anggota kabinet. Tidak ada diskusi tentang perubahan portofolio Kabinet juga, ”kata PM Malaysia Mahathir Mohamad pada konferensi pers setelah memimpin pertemuan dewan Bersatu.

“Karena tidak ada yang mengindikasikan mereka ingin mengundurkan diri, kami tidak memiliki lowongan. Ketika kami memiliki lowongan, kami akan mempertimbangkan kandidat yang cocok,” tambahnya dilansir channelnewsasia, Jumat, 30 Agustus.

Pekan lalu, PM Malaysia Mahathir Mohamad menyebutkan kemungkinan perubahan portofolio para menteri, tetapi mengesampingkan kemungkinan perombakan.

Pembicaraan perombakan kabinet telah muncul dari waktu ke waktu sejak Dr Mahathir memimpin Pakatan Harapan, untuk kemenangan mengejutkan dalam pemilihan umum tahun lalu.

Jaksa Johanes Tanak Blak-blakan di Uji Publik, Ini yang Diungkap

Geliat Digitalisasi Bisnis di Bidang Pertanian

3 Selebriti Kaya Raya Ini Pernah Berjuang Melawan Gangguan Jiwa

Layanan Komunikasi di Kota Jayapura Lumpuh, Hanya Bisa SMS

Mengantuk Setelah Berhubungan Intim, Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara PM Malaysia Mahathir Mohamad diangkat sebagai perdana menteri, disepakati bahwa Tuan Anwar, yang masih berada di penjara sampai pengampunan kerajaan diberikan pada 16 Mei 2018, pada akhirnya akan mengambil alih jabatan perdana menteri.

Parti Keadilan Rakyat (PKR) mengatakan bahwa perjanjian itu untuk Anwar untuk mengambil alih dalam waktu dua tahun, tetapi yang lain termasuk putra Dr Mahathir Mr Mukhriz Mahathir, mengatakan tidak pernah ada jadwal waktu yang disepakati.

PM Malaysia Mahathir yang berulang tahun ke 94 bulan lalu, telah berulang kali menyatakan bahwa dia akan mematuhi rencana suksesi tetapi tampaknya tidak berkomitmen atas tenggat waktu.

Pada bulan Juni, Dr Mahathir mengatakan dia tidak akan melayani lebih dari tiga tahun.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...