Sukriansyah S Latief, Lebih Cepat Mandiri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Sukriansyah S Latief dikenal mandiri. Sejak di bangku SMA, kegiatan jurnalistik telah membantunya membiayai kebutuhan sekolah.

Sulkas S Latief, berbagi cerita cukup banyak tentang kehidupannya bersama sang adik, Sukriansyah S Latief. Kenangan demi kenangan semasa kecil, tak ragu dia
utarakan ke FAJAR. Sosok Uki, sapaan Sukriansyah memang erat dikaitkan dengan jurnalistik. Kata Sulkaf, hobi menggeluti dunia jurnalis sudah ditekuni Uki saat menginjak bangku SMA, setiap harinya.

Uki kerap mengirim berbagai tulisan di media cetak. Temanya beragam, mulai dari kegiatan siswa di SMA 2 tempatnya bersekolah, hingga prestasi-prestasi siswa di sekolahnya. “Biasa wawancara temannya, untuk bahan tulisan,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Lewat tulisan-tulisan itu, Uki sedikit demi sedikit membantu pembiayaan sekolah. Uang saku, kerap tak lagi diberikan lantaran hasil dari hobi jurnalistik yang dia tekuni. Kerap, kata dia, kedua orang tuanya selalu bertanya tentang aktivitas Uki.

Hanya sekadar khawatir. “Ibu biasa bertanya, kenapami itu adekmu? Cuma saya selalu sampaikan tidak ada apa-apa.Kegiatannya yang positif,” ungkap lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Aktivitas itupun berlanjut hingga ke bangku perkuliahan. Wadah organisasi jurnalistik Identitas menjadi tempat Uki menyalurkan hobinya untuk= menulis. Hobi itu, bahkan sudah menjadi kebutuhan.

Hobi itu juga membuahkan hasil. Uki hanya diberi uang kuliah saat awal-awal semester. Selebihnya hasil dari kegiatan jurnalistik yang dipakai untuk membiayai kuliahnya hingga lulus di Fakultas Hukum.

“Dia cinta dengan profesi itu. Bahkan selesai kuliah, dia tetap aktif di dunia jurnalistik. Masuk ke beberapa media sebagai kontributor, hingga ke FAJAR. Sampai menjadi pemimpin redaksi,” bebernya.

Sangat berbeda dengan dirinya. Sulkaf lebih memilih menjadi PNS. Usai selesai kuliah, dia langsung mendaftar sebagai pegawai negeri. Sementara Uki fokus untuk mengembangkan diri sebagai jurnalis. Saat ini Uki merambah dunia usaha hingga memperlebar sayap di Jakarta. “Begitulah Uki. Dia lebih cepat mandiri
ketimbang saya. Saya fokus bantu orang tua, sementara Uki mengembangkan diri, dengan ikut beberapa organisasi,”jelas Sulkaf.

Profesi yang digeluti Uki, membentuknya menjadi sosok yang bijak. Ia tegas dan keras tetapi soft. Ia mampu mengambil kebijakan secara bijak. Berbeda dengan dirinya yang keras. Uki mendekati sosok ibu, sementara dirinya mengikut sosok sang bapak.

Kini, Uki terus mengembangkan potensi diri. tantangan. Seperti juga dunia wartawan, Uki merasa tertantang untuk berbuat d e m i o r a n g banyak. (ful/ars)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...