Suprajarto yang Dirut BRI Tolak Ditunjuk Direktur Utama BTN

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Rapat umum pemegang saham tahunan luar biasa (RUPLS) PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) memutuskan untuk memberhentikan Maryono dari posisinya sebagai direktur utama. Sebagai pengganti Maryono, ditunjuk Suprajarto yang terhitung masih menjabat direktur utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk.

Namun, Suprajarto menolak tegas penunjukan tersebut. Selang beberapa jam, dia langsung menggelar konferensi pers. Dia menuturkan bahwa sebelumnya tidak ada pembicaraan terkait keputusan penunjukannya sebagai pemimpin BTN.

“Saya baru tahu dari media massa. Oleh karena itu, saya tidak dapat menerima keputusan itu dan saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari hasil keputusan RUPSLB tersebut,” ujar Suprajarto, Kamis (29/8).

Menurut peraturan BUMN, setelah penetapan RUPSLB, Suprajarto otomatis nonaktif dari jabatannya sebagai direktur utama di BRI. Suprajarto menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak selama menjabat Dirut BRI.

Namun, dia enggan berkomentar saat ditanya terkait kemungkinan menjabat di BUMN lain. Bagi dia, tak ada waktu berandai-andai. Dia juga menyebut dirinya tidak merasa pernah punya masalah dengan siapapun di Kementerian BUMN.

Cantik Alami dengan Wajah Bercahaya, Coba 5 Masker Ini

Sukriansyah S Latief, Lebih Cepat Mandiri

Dino Patti Djalal Ingatkan Lepasnya Timor Timur

Bandara Internasional Yogyakarta Rampung Desember 2019

Ibu Kota Negara ke Kaltim, Anies Masih Peluang di Pilpres 2024?

“Saya tidak pernah ada persoalan sama orang, saya profesional, saya menjalankan tugas secara profesional,” katanya.

Terkait rencana ke depan, dia juga masih enggan menjelaskan secara gamblang. “Yang penting, saya lega, saya plong,” tambah Suprajarto.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo membantah kabar tersebut. Dia menegaskan bahwa penunjukan Suprajarto sebelumnya dikomunikasikan sebagaimana mestinya.

Dia belum mengetahui perihal kabar penolakan tersebut. Dia menegaskan, perombakan susunan dalam bank pelat merah tersebut merupakan penugasan yang harus dilaksanakan yang bersangkutan.

“Sebagai pasukan ini kan masalah penugasan mau atau tidak,” ujar Suprajarto. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...