Pemindahan Ibukota, Begini Mimpi Besar Amran Sulaiman

Sabtu, 31 Agustus 2019 17:42
Belum ada gambar

Baca Juga: Ibukota Pindah dari Jakarta, Ini Beberapa KeuntungannyaPrihasto bahkan menjelaskan bawang merah biji atau true shallot seeds (TSS) bisa tumbuh optimal di Kota Balikpapan. Ini merupakan harapan baru mengingat selama ini Kaltim masih memasok bawang dari Sulawesi dan Jawa.”Ke depan akan kita upayakan Kaltim bisa mandiri bawang. Kita petakan wilayah mana saja yang berpotensi untuk budidaya komoditas hortikultura. Kita sudah hitung kebutuhan cabai, bawang dan buah-buahan untuk wilayah Kaltim, termasuk proyeksi migrasi penduduk ke ibukota baru yang diperkirakan mencapai 1,5 juta jiwa,” ujar Dirjen yang biasa dipanggil Anton ini.Menurut Anton, setidaknya perlu 2.600 hektare lahan untuk cabai dan 2.400 hektare untuk bawang merah terutama pada saat ibukota baru resmi beroperasi pada 2024 nanti.”Tentu kita harus atur sedemikian rupa agar kawasan produksi di sekitar ibu kota berproduks secara kontinu. Kita optimalkan dulu lahan dan SDM yang ada di Kaltim. Bisa saja pengembangannya nanti melebar ke provinsi sekitarnya, namun harus tetap terencana dan terkendali,” terangnya.Anton menambahkan salah satu yang menjadi kendalanya adalah tingginya biaya tenaga kerja. Mekanisasi pertanian menjadi pengungkit bergeraknya pertanian sesegera mungkin.

“Lahan di sini relatif datar. Untuk mendorong peningkatan luas tanam dan produksi perlu menggalakkan mekanisasi. Pelatihan-pelatihan mekanisasi pertanian untuk petani di Kaltim perlu disegerakan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi, menyebut pihaknya akan menata dan memperluas kawasan buah-buahan untuk memasok kebutuhan calon ibu kota baru ini.

Bagikan berita ini:
3
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar