Pemindahan Ibukota, Begini Mimpi Besar Amran Sulaiman

Sabtu, 31 Agustus 2019 17:42
Belum ada gambar

“Yang sekarang sudah berkembang di antaranya jeruk dan alpukat di PPU, pisang di Kutai Timur, pepaya di Balikpapan. Sementara Kabupaten Kutai Kartanegara sudah berkembang kelengkeng, buah naga, nanas, manggis dan buah khas lokal mirip durian yaitu lay. Selain di Kukar, lay juga banyak dikembangkan di Berau,” kata Liferdi.Pada tahun ini, kata Liferdi, Ditjen Hortikultura mengalokasikan kegiatan pengembangan kawasan jeruk di Kabupaten PPU seluas 50 hektare dan 20 hektare di Kabupaten Kutai Kertanegara. Tahun 2020 luasannya akan makin meningkat sesuai skala ekonomi.”Untuk Jeruk di Kabupaten Paser kami alokasikan 200 hektare dan pisang di Kutai Timur seluas 250 hektare. Dengan skala ekonomi tersebut kami harapkan pasokan buah bisa lebih kontinu, bahkan tak menutup kemungkinan bisa ekspor ke negara tetangga,” jelas LiferdiMusiran (67), petani pepaya asal Kota Balikpapan mengaku senang mendengar rencana pemerintah mengembangkan pertanian di wilayahnya. Dirinya bersama para petani siap mendukung pengembangan buah-buahan terutama pepaya.”Berbagai jenis pepaya mulai dari jenis Thailand, Callina hingga Mini Hawai saya tanam. Harganya lumayan bagus. Untuk Thailand mencapai Rp 8 – 10 ribu per kg. Modal per pohon dari tanam hingga panen pertama hanya Rp 50 ribu per batang. Produksi per pohon dari panen pertama hingga akhir bisa mencapai 200 kg. Rata – rata harga jualnya Rp 5 ribu. Per pohon bisa menghasilkan Rp 1 juta. Ini sangat menguntungkan,” ujarnya senang.

Bagikan berita ini:
10
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar