STIE Amkop Konsisten Jadi Instrumen Percepatan Pembangunan di Desa

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Perguruan tinggi yang tergabung dalam Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) terus berkonsentrasi pada pengembangan perdesaan.

Diketahui, 2018 lalu tercatat ada 84 perguruan tinggi yang telah bergabung. Jumlah tersebut masih sedikit jika dibandingkan dari jumlah perguruan tinggi yang totalnya ada 4.000-an.

Namun, memang perguruan tinggi yang tergabung di Pertides ini yang memiliki konsentrasi di pembangunan perdesaan.

STIE Amkop Makassar misalkan, sejak masuk dalam forum yang dinaungi langsung oleh Kemendes PDTT itu terus konsisten menjadi instrumen percepatan yang ada di desa.

Ketua STIE Amkop Makassar, Bahtiar Maddatuang mengatakan, yang masuk dalam anggota Pertides ini, memiliki program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. 

Melalui program tersebut, lanjut dia, maka perguruan tinggi telah menjadi bagian dalam percepatan yang di pedesaan. 

“Setiap KKN mahasiswa yang diberi pengetahuan tentang desa. Misalkan, mereka mencari apa permasalahan desa itu, lalu kita ajarkan mereka mengelola dan memecahkan agar mendapat solusinya," kata pria yang kerap disapa Bahtiar ini. 

Kegiatan KKN inilah yang diutarakan pimpinan PTS termuda di Indonesia itu saat bertemu dengan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Kadarsah Suryadi, di kantor Rektorat ITB di bandung, baru-baru ini.

“Banyak hal kita bicarakan, tentu yang terpenting bahwa STIE Amkop konsisten melaksanakan program pengabdian masyarakat yakni, KKN tematik itu,” katanya, Sabtu, 31 Agustus.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : taqim


Comment

Loading...