Dari JK ke Pak Syaf

Minggu, 1 September 2019 - 11:42 WIB
Aswar Hasan. (ist)

Oleh: Aswar Hasan

Di tengah kegalauan masyarakat Sulsel tentang siapa sosok pewaris karakter dan gaya kepemimpinan Pak JK yang selama ini telah menjadi ikon ketokohan dan keteladanan masyarakat Sulsel, kini mulai tergambar. Perlahan tapi pasti, pewaris Pak JK dalam pentas nasional, mulai mengarah ke sosok Syafruddin, Menpan RB. Tentu, kesimpulan tersebut tidaklah ujuk-ujuk. Ada proses panjang dalam pembinaan karier yang ikut dimatangkan oleh sang mentor (JK).

Berangkat dari posisi sebagai ajudan Wapres JK, Syafruddin (yang akrab dipanggil Pak Syaf) tentu banyak menyaksikan dan mengalami sejumlah peristiwa penting, berikut cara penanganannya, bersama Pak JK. Atas sejumlah peristiwa penting itu, khususnya tentang bagaimana mengelola negara, menata bangsa, telah menjadi medan pengkaderan oleh sang mentor, sekaligus sebagai proses belajar serius bagi Pak Syaf dalam menyerap karakter dan gaya kepemimpinan JK.

Setelah tidak lagi menjadi ajudan Wapres JK, sejumlah jabatan dan posisi strategis yang diemban oleh Pak Syaf rata-rata sukses hingga mengantarnya menjadi wakapolri. Sangat boleh jadi itu hasil dari belajar menyerap karakter, prinsip dan strategi kepemimpinan JK, selama Pak Syaf menjadi ajudan.

Di lingkup kepolisian, nama Pak Syaf sebagai jenderal berbintang tiga, dikenal bertangan dingin yang serius dengan tulus mencetak perwira-perwira polisi yang cemerlang dengan dedikasi tinggi. Ia dicintai di lingkup kepolisian baik oleh senior dari segi kepangkatan, terlebih dari para juniornya, yang senantiasa diberi motivasi dan ruang untuk mengembangkan kariernya.

Puncak manifestasi bakat kepemimpinan hasil tempaan Pak JK ke Pak Syaf adalah ketika dipercaya oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri PAN-RB.

Penulis menyaksikan sendiri, bagaimana sejumlah negara maju yang memaparkan keberhasilannya, di seminar Internasional tentang reformasi birokrasi di Bali, ternyata tidak kalah hebat dengan apa yang telah dirintis dan dicapai oleh Indonesia. Apa yang dianggap hebat dan dibanggakan oleh sejumlah negara pemapar di forum internasional tersebut. Ternyata juga telah dan sedang dilaksanakan di Indonesia. Sayangnya, kesempatan bagi Pak Syaf menata birokrasi kita, relatif baru.

Tentu, ada sikap dan resep sukses di balik karier Pak Syaf. Dari hasil diskusi saya dengan sejumlah anak muda Sulsel yang ikut ke Pak Syaf, saya mendapatkan sepotong jurus yang selalu dinasihatkan kepada orang-orang di sekitarnya, yaitu; bantulah orang menjadi lebih baik, selagi engkau mampu, tanpa menghitung apa yang akan engkau dapatkan dari orang yang engkau tolong.

Nasihat yang telah menjadi sikap Pak Syaf itu, jelas tidak jauh beda dengan apa yang selama ini Pak JK praktikkan dalam hidupnya. Kita yang selama ini bangga dengan Pak JK, patutlah bersyukur karena telah lahir kader pemimpin hasil tempaan Pak JK. Wallahu a’lam bishawwab. (*)

loading...