Guru Besar Beri Masukan Ini Kepada Jokowi Soal Capim KPK

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Panitia seleksi calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyerahkan 10 nama kandidat pimpinan KPK ke Presiden Joko Widodo pada Senin (2/9). Sejumlah guru besar pun memberikan saran kepada pengambil keputusan perihal sosok yang layak memimpin lembaga antirasuah. Rektor Universitas Al-Azhar, Prof Asep Syaifuddin menilai, KPK harus diisi oleh orang-orang yang berintegritas tinggi dan berjiwa besar untuk kemajuan NKRI. “Jadi, di dalam KPK adalah orang-orang yang bersih, jujur, bermoral tinggi, independen, dan tidak punya kepentingan apa-apa selain untuk menjadikan negara ini bersih dari korupsi,” kata Asep Syaifuddin dalam keterangannya, Minggu (1/9). Senada, Guru Besar Universitas Soedirman, Prof Hibnu Nugroho menegaskan, integritas, independensi, dan profesionalitas merupakan harga mati bagi pimpinan KPK. “Seandainya tidak memenuhi harapan publik, Pansel dan DPR tidak memaksakan untuk memilihnya,” harapnya. Guru Besar Universitas Islam Indonesia, Prof Mahfud MD mengingatkan bahwa KPK merupakan anak kandung reformasi. Lembaga ini telah berhasil membangun optimisme masyarakat tentang masa depan perang melawan korupsi di Indonesia. “Oleh sebab itu, jangan bunuh asa masyarakat karena salah menempatkan komisioner,” ucap guru besar UII ini. Sementara itu Guru Besar Politik LIPI, Prof Syamsudin Haris menambahkan, pimpinan KPK mendatang tidak boleh punya konflik kepentingan dalam menjalankan agenda pemberantasan korupsi. “Terlampau besar risiko yang ditanggung bangsa kita apabila KPK lumpuh dan maling-maling itu berkuasa,” pungkasnya.
Partai Keadilan Sejahtera Tolak Iuran BPJS Naik, Ini Alasannya
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan