Peringati Tahun Baru Islam, UMI Berbagi ke Kaum Duafa

Minggu, 1 September 2019 - 11:27 WIB
Rektor UMI, Prof Dr Basri Moddeng, memberi bingkisan kepada kaum duafa.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Memperingati tahun baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijriah, Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menggelar kegiatan dengan cara humanis.

Ada pun giat kampus dengan julukan Islami ini memperingati tahun baru Islam 1 Muharram, yang jatuh pada Minggu (1/9/2019) dengan melakukan jalan sehat. Selain itu, UMI berbagi bingkisan sebagai bentuk kepedulian kepada kaum duafa seperti tukang bentor di sekitar kampus.

“Peringatan 1 muharam 1441 Hijriyah 2019 hari ini, tentu merayakan harus memeroleh amalan dan pahala,” ungkap Rektor UMI, Prof Basri Modding.

Jalan sehat ini seperti tahun sebelumnya. Diikuti seluruh jajaran civitas akademika UMI serta mengundang warga masyarakat kurang mampu serta clening service.

Lebih lanjut, mantan Direktur PPs UMI itu menyampaikan bahwa momentum tahun baru hijriah ini membutuhkan kerja sama semua pihak guna mewujudkan impian UMI menuju world class university juga kerap didefinisikan pada penilaian, perankingan, dan pengakuan yang berskala internasional.

“Mari kita saling kerja sama berniat menjadikan UMI menuju world class university. Ini tanggung jawab semua, sekali lagi mari jadikan UMI PTS terhormat dimata internasional,” ajaknya.

Pada kesempatan jalan sehat ini. Rute yang dilalui star dari pelataran Al-Jibrah UMI Makassar menuju poros Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikkang melakukan ziarah dan doa bersama kepada para pahlawan dan syuhada yang berjazah dalam perjuangan.

“Kita ke makam pahlawan sebagai simbol menghargai para pahlawan, di TMP berdoa para syuhada dan ulama. Harapan kita berhijrah dari keburukan menjadi kebaikan, dari tidak baik menjadi baik, tidak senyum menjadi senyum,” tuturnya.

Setelah jalan sehat, pimpinan UMI, pengurus dan pembina yayasan serta pimpinan fakuktas kembali menuju gedung Al-Jibrah mengikuti ceramah Hijraturrosul.

Pada kesempatan ini Basri menyampaikan banyak hal terkait hikmah berhijrah yang dilakukan nabi Muhammad Saw untuk meraih kebaikan.

“Bulan ini diharamkan, tak buat maksiat. Ada tiga hal diperhatikan setiap ummat menjaga kebaikan. Pertama beriman. Kedua, berhijrah dan ketiga, berjihad,” tuturnya.

Oleh sebab itu, pada kesempatan ini. Guru besar Ekonomi itu mengajak para semua kalangan sebagai ummat islam yang ada di lingkup civitas akademika UMI agar berhijra ke arah lebih baik.

“Ada tiga perubahan jika di tingkatkan kemajuan UMI. Perubahan rutin, perubahan peningkatan dan perubahan inovasi. UMI tidak akan maju jika tidak berhijrah,” katanya. (ism)

loading...