Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan: Damai Boleh


FAJAR.CO.ID, MANOKWARI — Kepala Suku Besar Arfak yang juga Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, langsung turun tangan menyikapi isu yang beredar terkait demonstrasi susulan di Manokwari pada 2 September.Mandacan menekankan massa agar tidak bertindak anarkis. Pada jumpa pers di Manokwari, Minggu malam, Gubernur Papua Barat ini mengaku sudah mengetahui aktor-aktor yang terlibat dalam rapat rencana aksi tersebut.”Demo damai boleh, tapi kalau sampai ada anarkis yang melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas pemerintah maupun milik masyarakat, pelaku siap bertanggung jawab. Proses hukum akan berjalan,” tegasnya.Gubernur Papua Barat Dominggus menjelaskan, Suku Besar Arfak adalah tuan rumah di daerah tersebut. Para pendahulu suku tersebut sudah menerima setiap suku datang untuk mendiami wilayah adat suku Arfak.Masyarakat Suku Arfak saat ini pun, kata dia, berkomitmen untuk meneruskan peninggalan orang tua dengan menghargai dan saling menjaga hubungan antar-suku dan pemeluk agama di daerah tersebut.”Sebaliknya, kami minta hargai kami sebagai tuan rumah. Boleh menyampaikan aspirasi karena itu hak konstitusional, tapi jangan merusak, jangan bakar,” ucapnya.Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menjelaskan, aksi pada 19 Agustus di Manokwari semula dirancang berlangsung damai. Di tengah jalanya aksi ada oknum-oknum yang memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan kerusuhan.

Kapal Tenggelam Dihantam Obak Besar, Bawa Siswa PramukaPenerima Manfaat YOULEAD Diasah Jiwa Kepemimpinannya

KONTEN BERSPONSOR

Komentar