Ibu Kota Negara di Kaltim, Berharap Kucuran Dana Makin Besar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,SAMARINDA –Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, setelah ditetapkan IKN atau pusat pemerintahan di Benua Etam oleh Presiden Joko Widodo, pihaknya berharap uang dari pemerintah pusat akan banyak masuk ke daerah.

Jika demikian, maka kesejahteraan rakyat dan pembangunan daerah bisa lebih terjamin.“Saat ini memang kita masih mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), dana alokasi khusus (DAK) maupun dana alokasi umum (DAU) dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah,” ujarnya, Minggu (1/9).

Namun, besar harapan Kaltim dengan ditetapkannya Bumi Etam sebagai pusat pemerintahan yang baru. Pihaknya belum bisa memastikan bisa meningkat atau tidak, tapi optimisme tetap ada bahwa akan semakin banyak dana yang bisa masuk ke daerah.“Dampak baik untuk Kaltim pasti sangat luas saat ini,” tuturnya.

Menurutnya, beberapa sektor pasti akan terdongkrak, seperti konstruksi, jasa, perdagangan dan lainnya. Sehingga ekonomi masyarakat bisa meningkat dengan seiring pertumbuhan pembangunan infrastruktur yang semakin pesat.

Namun, semua itu memerlukan dukungan keuangan yang lebih besar dari pusat sehingga daerah dan rakyat dapat merasakannya.

“Tapi perlu diingat juga, masyarakat Kaltim harus bersiap meningkatkan kualitasnya sesuai bidang masing-masing,” katanya.

Utamanya, anak muda di Bumi Etam. Dengan ditetapkannya Kaltim sebagai IKN akan semakin banyak pendatang. Jadi pemuda perlu meningkatkan kualitas. Jangan sampai nanti tergerus dan hanya menjadi konsumen di IKN baru bukan menjadi produsen. “Semua sektor harus dikembangkan, sehingga perlu dana yang lebih besar dari pusat,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kaltim Midden Sihombing mengatakan, dana pemerintah pusat yang mengalir di Kaltim pasti akan lebih besar dari pagu saat ini.

Peningkatannya bisa lebih dari 100 persen. “Pemerintah tidak perlu khawatir, karena peningkatan pasti ada seiring pemeliharaan yang lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, yang perlu dikhawatirkan saat ini adalah bagaimana peran masyarakat lokal. Banyak potensi yang harus dikembangkan.

Konsumsi sehari-hari menjadi peluang bagi masyarakat untuk menjadi produsen maupun distributor barang konsumsi masyarakat yang akan meningkat, sementara permintaan jasa juga dipastikan akan meningkat dengan bertambahnya penduduk di Kaltim.

Anggaran meningkat, kapasitas Kaltim pun kian besar. “Tinggal masyarakatnya mau ikut berperan atau hanya menonton. Kembangkan pangan dan jasa dari sekarang agar kelak ikut terdampak perpindahan ibu kota,” pungkasnya. (prokal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...