Kebakaran Hutan dan Lahan, 17 Perusahaan Disegel dan Jokowi Diagendakan ke Kalbar

  • Bagikan
Kemudian, KLHK juga menyegel lahan seluas 274 hektare di Kalimantan Barat, dan tengah dilakukan proses penyidikan terhadap satu orang tersangka berinisial UB. “Penyidikan juga dilakukan terhadap tiga perusahaan yaitu PT. SKM dengan luas terbakar 800 hektare, PT. ABP dengan luas terbakar 80 hektare, dan PT. AER dengan luas terbakar 100 hektare,” urai Rasio. Rasio mengatakan, pemerintah akan melakukan sanksi administratif, pidana, dan pembekuan izin terhadap perusahaan yang terbukti membakar hutan dan lahan. “Yang terbakar ini kebanyakan memang lahan perkebunan dan HTI (hutan tanaman industri). Komoditas yang mendominasi ya sawit,” ujarnya. Menurut Rasio Ridho Sani, saat ini KLHK tengah mempersiapkan langkah-langkah hukum apa saja apabila terdapat langkah gugatan baik itu perdata maupun pidana. Pemeriksaan tersebut juga terus diintensifkan dalam pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terhadap lahan konsesi yang ada. Sedangkan tiga lainnya, kata dia, telah ditetapkan sebagai tersangka atau masuk ke dalam tahapan penyidikan. Adapun ketiga perusahaan yang masuk ke tahap penyidikan itu antara lain PT SKM dengan karhutlanya seluas 800 hektare, PT ABP seluas 80 hektare, dan PT AER 100 hektare yang keseluruhannya berada di Kalimantan Barat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, pelaku karhutla dapat dikenakan sanksi pidana minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun. Sedangkan sanksi denda minimal Rp1 miliar dan maksimum Rp5 miliar. Dia menambahkan, pemerintah juga telah melayangkan surat peringatan terkait dugaan karhutla kepada 210 perusahaan lainnya. Menurutnya, sejauh ini 99,9 persen kasus karhutla yang terjadi di Indonesia disebabkan ulah manusia, baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan