Kena Tarif Sewa Rp3 Juta Pertahun, Pedagang Pasar Terong Protes

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID,MAKASSAR--PD. Pasar Makassar Raya mulai mengambil alih pengeloaan Pasar Terong. Keputusan untuk menetapkan harga sewa tempat usaha dikeluhkan pedagang. Pasca berakhirnya kontrak pengelola Pasar Terong, PT. Makassar Putra Perkasa, pada tahun 2018 lalu, maka PD Pasar Makassar Raya mengambil alih pengelolaan. Berdasarkan surat keputusan direksi PD. Pasar Makassar Raya Nomor 974/1001.4/Kep/PD. Psr/I/2019 ditetapkan tarif sewa tempat usaha yang baru di Pasar Terong. Untuk sewa kios dan lods harganya Rp3 juta/tahun sedangkan untuk pedagang di pelataran atau hamparan Pasar Terong dikenakan harga Rp1 juta. Salah seorang pedagang di Pasar Terong berinisial AD mengatakan pihaknya merasa berat dengan pungutan sewa yang dibebankan tersebut. Alasannya utamanya, kios tersebut sebenarnya sudah dibeli dari PT. Makassar Putra Perkasa seharga Rp80 juta sehingga membuat pedagang bingung harus dikenakan bayaran. “Kami kan sudah beli. Ini saya sudah tempati 23 tahun, kok disuruh bayar sewa lagi?,” tegasnya saat ditemui, Senin, 2 September. Meskipun akhirnya harus membayar sewa, dirinya merasa harga yang dibayarkan sangat tinggi dan tidak sebanding dengan imbas yang didapatkan. Alasannya menurut dia, dengan kondisi saat ini pasar yang tidak lagi seramai dulu, maka pendapatan yang didapatkan juga menurun dratis. Itu makanya selain berjualan bermacam-macam aksesoris busana, ia akhirnya juga menawarkan jasa menjahit. “Tapi sama saja. Pembeli sangat sepi. Apa yang mau kami bayar kalau pendapatan saja jauh berkurang,” keluhnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan