5 Bulan Disakiti, Sukantri Bunuh Suami dengan Alu

Selasa, 3 September 2019 - 09:03 WIB

FAJAR.CO.ID, PROBOLINGGO– Warga Dusun Sumbermulyo, Desa Sumberanom, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Senin (02/09) geger. Kegemparan warga dusun yang hidup tenang itu menyusul tewasnya seorang warga yang bersimbah darah. Korban tewas diketahui bernama Toyaman, 55. Ia tewas usai dihujam istri Sukantri, menggunakan alu (alat penumbuk beras).

Informasi yang dihimpun, tragedi pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 03.00. Saat itu, korban tengah tidur pulas seranjang dengan sang istri.

Pelaku pembunuhan adalah Sukantri, 45, istri korban yang juga suaminya. Ia hanya bisa tertunduk lesu saat menjalani proses pemeriksaan di Polres Probolinggo. Wanita asal Desa Sumberanom, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo tersebut nampak menyesali perbuatannya, usai membunuh suaminya.

Menggunakan baju tahanan warna oranye, Kantri sapaan Sukantri, ibu dua anak itu berjalan ke ruang depan Mapolres Probolinggo. Sembari memakai masker, ia gemetar menghadapi beberapa kamera yang telah stand by yang saat itu menyorotinya.

Terungkapnya pembunuhan sadis itu karena tersangka menyerahkan diri ke polisi dengan meminta antar kepala dusun.

“Pikiran saya tidak tenang (usai melakukan pembunuhan). Pagi-pagi entah jam berapa, saya minta antar pak kampung (kepala dusun) untuk ke polsek,” ujar Sukantri, Selasa (03/09).

Kepala dusun awalnya sempat bingung. Bahkan sempat menanyakan ada keperluan apa Sukantri meminta diantar ke polsek. Namun, ia tidak menjawab pasti. Ia hanya menjawab bahwa tidak ada apa-apa. “Tidak ada apa apa. Antarkan saja saya ke polsek,” ungkapnya.

Kantri mengaku nekat menghabisi nyawa sang suami karena kerap diancam dan disakiti sang suami. “Saya takut, saya diancam hendak dicekik oleh dia. Karena itu pada malam hari (dini hari), saya bangun dan melakukan pemukulan,” kata Sukantri saat dimintai keterangan pihak kepolisian.

Pengakuannya, selama lima bulan terakhir sering cekcok dengan suaminya. Bahkan, tak jarang Toyaman main tangan. Karena itulah, setiap malam saya tidak bisa tidur. Hingga Senin dini hari, sekitar pukul 03.00, terjadilah kejadian itu.

“Suami datang sekitar pukul 23.00. Ia langsung tidur. Kemudian saya bangun jam tiga dan langsung mencari alat untuk memukulnya duluan. Dan saya menemukan alu di belakang rumah. Langsung saya pukul berkali-kali,” kata Sukantri.

Sukantri tidak ingat berapa kali mengayunkan Alu (alat penumbuk padi) itu ke kepala suaminya. Yang ia ingat pada malam itu, setelah menghabisi nyawa sang suami, ia kemudian langsung ke ruang tamu. Tidak lama, ia mengambil sebuah air.

Sukantri kepada polisi mengaku menyesal telah melakukan pemukulan itu. Menurutnya, ia melakukan hal itu karena takut dibunuh terlebih dulu. Karena jika ia terbunuh, maka anaknya hasil pernikahan dengan korban yang masih umur 9 tahun itu, akan ikut siapa.

“Itu saja yang saya pikir. Saya tidak tahu lagi. Ini jadi begini saya juga sangat menyesal sekali. Untuk anak yang pertama sudah menikah. Dan ini suami ke empat saya,” terang Sukantri.

I Ketut Sudikerta Segera Diadili dalam Kasus Pencucian Uang

Tri Susanti alias Mak Susi Resmi Ditahan Polda Jawa Timur

Presenter Rina Nose: Saya Pastikan Mereka Sangat Depresi

Presenter Rina Nose: Saya Pastikan Mereka Sangat Depresi

Seyyed Hassan Nasrallah Umumkan Fase Baru Melawan Israel

Hari Subagio staf kamar jenazah RSUD dr Moh Saleh mengatakan, ada beberapa luka yang ditemukan di kepala korban. “Tulang rahang kanan patah, gigi copot 2, luka 3 sentimeter pelipis sebelah kanan, tulang kepala pecah. Kalau dilihat dari luka, terjadi pemukulan 2 sampai 3 kali,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, motif Sukantri melakukan pembunuhan itu karena sudah tidak tahan dengan kondisi rumah tangganya. Pelaku mengaku sering dipukuli. Menurut Kantri, suaminya juga sering pulang malam. Pelaku menghabisi korban di dalam kamarnya sendiri.

“Motifnya karena sudah tidak tahan karena sering bertengkar. Dan juga diduga ada wanita lain. Karena itu pelaku nekat membunuh korban,” kata pria yang akrab disapa Eddwi itu.

Lebih lanjut, Kapolres menyatakan, karena perbuatannya Sukantri bisa dijerat dengan Pasal 44 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Pasal itu ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,” ujarnya. (jp)

Loading...