Aulia Kesuma Mengaku Ini: Dia Sial Nikah Sama Saya

Selasa, 3 September 2019 - 14:31 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Aulia Kesuma (AK) angkat suara terkait pembunuhan yang dilakukan dirinya terhadap suami dan anak tirinya. Dia memastikan pembunuhan tersebut dilatarbelakangi oleh utang piutang sebagai faktor utama. Pasalnya, dia memiliki utang senilai Rp 10 miliar dari dua bank berbeda.

“Pak Edi tahu masalah itu, tapi pak Edi selalu minta saya untuk menyelesaikan utang itu selama 5 tahun. Dia nggak mau tahu gimana caranya. Dia pernah bilang sama saya dia sial nikah sama saya karena asetnya bakal tersita,” ujar Aulia Kesuma di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/9).

Aulia Kesuma menjelaskan, utang tersebut padahal dinikmati oleh suaminya untuk membuka restoran. Namun, karena tak menguntungkan akhirnya terbebani dengan gaji karyawan senilai Rp 50 juta per bulan. Akhirnya Edi meminta Aulia meminjam uang ke bank atas nama dirinya. Sebab, Edi tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank karena sudah di black list oleh perbankan.

Untuk membuktikan omongannya itu, Aulia Kesuma meminta agar para pekerja restoran dihadirkan sebagai saksi. Sebab, mereka tahu persis ketika Edi meminta dia mengutang di bank. “Setiap hari dia (Edi) duduk manis di rumah, dia makan, dia pegang HP, dia kesana kesini sama teman-temannya, itu hasil dari mana,” imbuh Aulia Kesuma.

Di situ kebingungan mulai menghampiri Aulia Kesuma. Suaminya tak mau membantu melunasi hutang, sedangkan uang dari hasil usahanya tak mencukupi. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, dia membayar bunga bank menggunakan kartu kredit. Mobil juga sempat digadaikan, sampai meminjam uang kepada kakaknya. “Saya sempat buka usaha Warteg di Blok M untuk biaya hidup sehari-hari,” tambah Aulia Kesuma.

Dengan kondisi kepepet itu, Aulia Kesuma kemudian meminta baik-baik kepada suaminya untuk menjual 1 rumahnya. uang hasil penjualannya digunakan untuk membayar seluruh hutang. “Tapi kata pak Edi ‘apa-apaan sih lo main jual-jual aset gue aja, enak aja lo main seenaknya, iya kalau lo punya utang, ya lo tanggung jawab’,” ucap Aulia menirukan suara Edi.

Aulia Kesuma menyampaikan, sejak menikah pada 2011 lalu, Edi tidak pernah memiliki penghasilan. Dia yang menghidupi keluarga. Bahkan, suaminya itu pernah tertipu investasi bodong. Akibatnya, uang warisan keluarganya habis. Di sisi lain, Aulia Kesuma membantah jika dia gemar foya-foya dengan uang Edi. Dia pun tidak pernah membeli perhiasan mewah, baju mewah maupun barang-barang mewah lainnya.

“Dari dulu penampilan saya sperti ini bukan karena saya posisi di penjara, memang saya nggak pernah seperti wanita lain yang layaknya punya uang banyak, itu engga. Saya memang seperti ini dari dulu dan saya siap dibuktikan,” tegas Aulia Kesuma.

Kondisi keuangan rumah tanggalAulia Kesuma semakin parah memasuki Juni 2019. Uang sudah habis. Namun, Edi ngotot bahwa Aulia masih menyimpan uang. Bahkan menuduh telah membeli apartemen dan mobil untuk anaknya, KV. Dia mengaku memiliki rekaman ketika Edi membentak-bentaknya. Tak lama dari itu mulai lah terfikir melakukan pembunuhan kepada Edi.

“Kalau rekaman itu ada, saya bisa buktikan pak Edi bagaimana, suara pak Edi bentak-bentak saya,” pungkas Aulia Kesuma .

Pengembang Setop Rumah Bersubsidi

Indonesia Police Watch: Provokasi Papua Dikendalikan dari Gorontalo

Presiden AS Donald Trump Kalah Telak dari Kandidat Demokrat

Komisi Pemilihan Umum Bakal Tunda Pelantikan Anggota DPR

Fadli Zon Kritik Lagi Presiden Jokowi Soal Pemindahan Ibu Kota

Diketahui, warga Jalan Cidahu-Parakansalak Sukabumi, Jawa Barat dihebohkan dengan terbakarnya sebuah mobil dengan nomor polisi B2983SZH, Minggu (25/8). Pasalnya, saat api berhasil dipadamkan, ditemukan dua mayat pria. Mereka teridentifikasi ayah dan anak berinisial ECP, 54, alias Pupung dan D, 23. Keduanya merupakan warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian mengatakan, dari keterangan sementara yang didapat dari dua pelaku intelektual kasus ini, Aulia Kesuma (AK), 35 dan anaknya, KV, mereka menyatakan membunuh korban dengan obat tidur yang dicampur kedalam jus dan miras. Setelah tak sadarkan diri, korban dibekap hingga tewas.

Racun itu diberikan kepada ECP dicampur di dalam minuman, di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sedangkan D dicecoki miras oleh KV hingga pingsan. Saat tak sadarkan diri, D langsung dibekap hingga tewas. Tersangka Aulia Kesuma diketahui merupakan istri dari ECP. (jp)

Loading...