Capim KPK I Nyoman Wara Disorot, Seperti Ini Pernyataannya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang kini masuk 10 besar capim KPK I Nyoman Wara, namanya ikut diserahkan panitia seleksi ke Presiden Joko Widodo.

Pernyataan capim KPK I Nyoman Wara saat tes wawancara dan uji publik di Gedung Sekretariat Negara pada Selasa (27/8) lalu menjadi sorotan.

Mantan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Eko Sembodo, menyatakan pernyataan capim KPK I Nyoman Wara dalam tes wawancara dan uji publik tidak profesional. Menurutnya, pelaksanaan audit yang dilakukan Wara terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dilakukan secara tidak profesional dan bertentangan dengan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).

“Nyoman selaku auditor BPK yang melakukan pemeriksaan investigasi terkait dengan BLBI tidak berpedoman pada SPKN yang dimuat dalam Peraturan BPK Nomor 1 tahun 2017. SPKN merupakan pedoman pemeriksaan dan tolok ukur pelaksanaan pemeriksaan yang wajib digunakan oleh auditor BPK dalam melaksanakan tugas pemeriksaan jenis apapun,” kata Eko dalam keterangannya, Selasa (3/9).

Eko menuturkan, auditor yang melakukan pemeriksaan yang bertentangan dengan SPKN dapat dikatakan tidak profesional. Pada akhirnya laporan hasil pemeriksaan (LHP) tersebut menjadi tidak dapat diyakini kebenarannya sehingga tidak dapat digunakan.

“Proses konfirmasi atau klarifikasi atau crosscheck, terhadap audit adalah prosedur standar pelaksanaan audit yang harus dan wajib dilakukan. Ini adalah standar yang universal dan menjadi esensi keabsahan dari suatu audit dengan jenis apapun juga,” tegasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...