14 WNI Korban Pengantin Pesanan Dipulangkan Kementerian Luar Negeri

FAJAR.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI memulangkan 14 perempuan warga negara Indonesia (WNI), yang menjadi korban kasus pengantin pesanan di Cina, Selasa (3/9).

Belasan WNI yang dipulangkan dari Cina tersebut, berasal dari wilayah Jawa Barat dan Kalimantan Barat. Mereka dipulangkan melalui pendampingan Kedutaan Besar RI di Beijing.

“Empat belas WNI diterima oleh Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Andri Hadi di Kantor Kemlu, dan selanjutnya diserahterimakan kepada Bareskrim Polri dan Kementerian Sosial untuk penanganan lebih lanjut di dalam negeri,” demikian pernyataan Kemlu RI, Selasa (3/9).

Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok perjodohan marak terjadi belakangan. Sejak Januari-Juli 2019, tercatat ada 32 kasus pengantin pesanan yang ditangani Kemlu RI. Puluhan perempuan itu dijodohkan dengan pria Tiongkok dengan iming-iming kesejahteraan yang terjamin.

Agen tersebut menjanjikan, sejumlah uang kepada keluarga sang perempuan sebagai imbalan. Namun, dalam beberapa kasus, uang yang diberikan agen tidak sesuai dengan perjanjian awal dengan alasan biaya administrasi dan logistik lainnya.

Selepas dipersunting dan dibawa ke Cina, para perempuan itu juga malah dipekerjakan sebagai buruh dan kerap disiksa.

“Pemerintah Indonesia disebut kesulitan, untuk membantu atau memulangkan puluhan WNI itu, lantaran mereka menikah dengan dokumen dan persyaratan yang sah di mata hukum Cina, sehingga repatriasi memerlukan izin para suami,” terang Andri.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...