Bang Aswar Hasan

FAJAR.CO.ID--Alhamdulillah, saya telah mengenal baik senior saya di Pelajar Islam Indonesia (PII), Dr. Aswar Hasan sejak saya aktif di PII Sulawesi Selatan tahun 1985. Saya menyapanya Bang Aswar, kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan.

Bang Aswar adalah dosen ilmu komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas), penulis produktif di beberapa media lokal Makassar, terutama di harian Fajar dan Palopo Pos, dan kini bertugas sebagai salah satu Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

Saya mulai mengenal Bang Aswar di tahun 1985-an, senior dan pemateri saya di bidang kajian strategi perjuangan ke-Brigade-an Pengurus Wilayah PII Makassar. Kemarin, 2 September 2019, saya menyempatkan diri bersilaturahmi ke kantor baru dan mendengar pengkauannya, dia mulai menulis sejak tahun kedua di Fakultas Ilmu Komunikasi Unhas, 1982.

Bang Aswar mengakui berhutang budi kepada tiga orang yang dinilainya sebagai guru menulisnya. Bapak Asdar Muis dan Arskal Alhabsi, keduanya adalah budayawan dan wartawan lagendaris di Sulawesi Selatan, dan alm Nur Razak, mantan Pengurus Besar PII di Menteng Raya 58 Jakarta Pusat.

Dengan Asdar Muis, Aswar mengaku bertukar ilmu cara menulis skripsi dan cara menulis essay. Sementara dengan Arskal Alhambsi dan Nur Razak sebagai pembaca dan korektor artikelnya. Suatu hari, Aswar mendapat pujian dari Arskal, yang baru saja membaca tulisannya. Begitu pula, Nur Razak, wafat, Ahad, 1 September 2019, memuji tulisan-tulisan tangan Aswar bertema ke-PII-an dan keislaman yang dikirim melalui pos ke Jakarta ketika Nur Razak sebagai pengurus di PB PII.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...