Bang Aswar Hasan

Rabu, 4 September 2019 - 08:22 WIB

FAJAR.CO.ID–Alhamdulillah, saya telah mengenal baik senior saya di Pelajar Islam Indonesia (PII), Dr. Aswar Hasan sejak saya aktif di PII Sulawesi Selatan tahun 1985. Saya menyapanya Bang Aswar, kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan.

Bang Aswar adalah dosen ilmu komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas), penulis produktif di beberapa media lokal Makassar, terutama di harian Fajar dan Palopo Pos, dan kini bertugas sebagai salah satu Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

Saya mulai mengenal Bang Aswar di tahun 1985-an, senior dan pemateri saya di bidang kajian strategi perjuangan ke-Brigade-an Pengurus Wilayah PII Makassar. Kemarin, 2 September 2019, saya menyempatkan diri bersilaturahmi ke kantor baru dan mendengar pengkauannya, dia mulai menulis sejak tahun kedua di Fakultas Ilmu Komunikasi Unhas, 1982.

Bang Aswar mengakui berhutang budi kepada tiga orang yang dinilainya sebagai guru menulisnya. Bapak Asdar Muis dan Arskal Alhabsi, keduanya adalah budayawan dan wartawan lagendaris di Sulawesi Selatan, dan alm Nur Razak, mantan Pengurus Besar PII di Menteng Raya 58 Jakarta Pusat.

Dengan Asdar Muis, Aswar mengaku bertukar ilmu cara menulis skripsi dan cara menulis essay. Sementara dengan Arskal Alhambsi dan Nur Razak sebagai pembaca dan korektor artikelnya. Suatu hari, Aswar mendapat pujian dari Arskal, yang baru saja membaca tulisannya. Begitu pula, Nur Razak, wafat, Ahad, 1 September 2019, memuji tulisan-tulisan tangan Aswar bertema ke-PII-an dan keislaman yang dikirim melalui pos ke Jakarta ketika Nur Razak sebagai pengurus di PB PII.

Ketiganya adalah orang tulus dalam berbagi ilmu dan pengalaman di mata Aswar. Merekalah yang menjadikan Aswar sebagai penulis yang percaya diri dan terus mengasah bakat menulisnya. Hasilnya, hingga hari ini sudah mencapai 500-an artikel di berbagai media, seperti di koran Pedoman Rakyat; Harian Fajar; Palopo Pos;  Tabloid Identitas Unhas; Ujungpandang Ekspres; Rakyat Sulsel; dll. Luar biasa.

Bang Aswar di mata saya adalah kolektor buku-buku cetak. Saya menduga dia sudah memiliki ribuan judul koleksi buku.

Bang Aswar sekarang adalah salah satu Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, dilantik dan mulai bekerja di kantor pusat KPI, Jalan Juanda Jakarta Pusat, per 1 Agustus 2019 hingga 2022, masa kerja tiga tahun ke depan.

Sebelum di Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Bang Aswar adalah mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sulawesi Selatan, dua periode dan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Selatan dua periode. “Saya ini sudah 15 tahun berkiprah di KPI Daerah sebelum di KPI Pusat.

Salah satu hal menarik terkait KPI bagi saya, adalah peraih penghargaan dari Museum Record Republik Indonesia (MURI) yang belum terpecahkan hingga sekarang yaitu menyiarkan cerdas cermat tentang sosialisasi membantu pemerintah melawan flu burung dengan siaran serentak dan terbanyak oleh media siaran di Indonesia atau mungkin di dunia,” tambah Aswar.

Sebagai Anggota KPI Pusat yang baru, Bang Aswar mengaku sedang menunaikan tugas-tugas awalnya, yakni mendorong pentingnya jurnalisme damai dalam perspektif nasionalisme keindonesiaan, terutama terkait dengan kasus Papua yang sedang bergolak.

“Saya dkk sedang menggalang kerjasama dengan media mainstreamuntuk tidak memperkeruh kondisi politik di tanah air, terutama di Papua. Saya rasa inilah peran yang berkesan dalam menjaga Indonesia di pusat kekuasaan,” pungkas Bang Aswar.

Selamat bertugas Bang Aswar.

Saya juniormu di PII dan dunia tulis-menulis.

Tanah Abang, 3 September 2019

M. Saleh Mude

loading...