Istana Negara Tegaskan 10 Capim KPK Sudah Final

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Desakan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencoret calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga bermasalah kian kencang. Namun, tuntutan tersebut bisa jadi sulit terwujud. Pihak istana negara menyatakan bahwa sepuluh nama capim yang dikirim pansel tidak akan berubah.

Di kompleks Istana Kepresidenan RI kemarin (3/9), Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menegaskan bahwa sepuluh nama capim sudah final. “Enggak (diubah, Red) lah. Kan sudah ada tim (pansel),” ujarnya merespons kemungkinan presiden mengubah nama-nama capim yang akan disetor ke DPR.

Harapan agar nama-nama kandidat pimpinan lembaga antirasuah itu bisa berubah sempat menyembul lantaran presiden pernah menyatakan bahwa penyerahan ke DPR tidak perlu tergesa-gesa. Presiden juga menegaskan bahwa nama calon yang dikirim ke parlemen akan benar-benar layak pilih.

Pihak Istana Negara melalui Moeldoko menegaskan, Presiden Jokowi sudah menugasi pansel untuk melakukan penjaringan capim KPK. “Intinya, tim seleksi sudah menjalankan tugasnya. Tinggal nanti dilihat di DPR,” jelas mantan panglima TNI itu.

Berdasar Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pasal 30 ayat (8) menunjukkan betapa besar wewenang pansel untuk menentukan sepuluh capim KPK. Pasal tersebut menyatakan bahwa pansel menentukan capim yang akan diserahkan kepada presiden.

Kemudian, ayat (9) menunjukkan bahwa presiden hanya menjadi perantara pansel untuk menyampaikan nama-nama itu kepada DPR. Penyerahan nama dilakukan paling lambat 14 hari kerja setelah diterima dari pansel. “Tanya Mensesneg,” jawab Moeldoko singkat tentang waktu penyerahan ke DPR.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah

Comment

Loading...