Kementerian PUPR Tambah Subsidi KPR kepada BTN

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) merencana menambah alokasi subsidi KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Alokasi tambahan subsidi bakal diberikan ke PT Bank Tambungan Negara (BTN) yang fokus menggarah KPR.

“Kami mengapresiasi langkah Kementerian PUPR yang memberikan kepercayaan kepada Bank BTN menggunakan kuota FLPP untuk mempercepat pencapaian Program Sejuta Rumah,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank BTN, Oni Febriarto Raharjo kepada pers di Jakarta, Selasa (03/09).

Guna mempercepat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan (FLPP), Kementerian PUPR menambah kuota subsudi untuk pemberian rumah MBR sekitar 2.467 unit. Lewat tambahan kuota FLPP itu, BTN berharap KPR perseroan akan tumbuh lebih baik. Potensi pencairan KPR Subsidi pada semester II diperkirakan akan mencapai 28.000 unit. Sementara untuk KPR Non Subsidi, potensi bisa terealisasi sekitar 16.000 unit

Oni optimistis kinerja perseroan sepanjang semester II akan tumbuh bagus seiring dengan membaiknya kondisi makro ekonomi.

Leasing Terancam Marketplace

Boy William Sebut Suaranya Jelek, Ini Kata Barbie Kumalasari

Bang Aswar Hasan

Harga Emas Makin Berkilau, Tertinggi dalam 6 Tahun

Andi Said Chalik Nakhoda Baru Serikat Karyawan Semen Tonasa

Per Juli 2019, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan untuk Program Sejuta Rumah sebanyak 503.974 unit dengan nilai kredit sebesar Rp 43,64 triliun. Dengan rincian untuk KPR sebanyak 135.893 unit dan dukungan kredit konstruksi belum KPR 368.081 unit.

Khusus untuk segmen subsidi, BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 111.823 unit dalam bentuk KPR Subsidi dan sebanyak 251.550 unit untuk dukungan kredit konstruksi belum KPR.

“Dengan pencapaian ini BTN telah mencapai 63 persen dari target total tahun ini yang dipatok sebanyak 800.000 unit baik untuk pembiayaan perumahan subsidi maupun non subsidi,” kata Oni.

Untuk mencapai target 2019, BTN juga telah memperbaiki performa bisnisnya khususnya dalam pencapaian kredit dan Dana Pihak Ketiga. Berdasarkan catatan Perseroan, per Juli 2019 kredit dan pembiayaan BTN tumbuh 18,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun per Juli 2019, BTN telah menyalurkan kredit sebesar Rp 251,98 triliun lebih tinggi dibandingkan Juli 2018 sebesar Rp 213,50 triliun. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...