Menyusui di Tempat Umum Bayi Rentan Penyakit?

Rabu, 4 September 2019 - 10:48 WIB

FAJAR.CO.ID– Jika ditanya, kebanyakan ibu lebih memilih untuk menyusui bayi di tempat yang kondusif. Jika menyusui di tempat umum tak bisa dihindari, tak sedikit ibu yang khawatir bayi akan terpapar kuman, sehingga rentan kena penyakit. Benarkah anggapan tersebut?

Pentingnya pemberian ASI

Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik yang bisa diberikan ibu kepada bayi. Komposisi ASI berubah setiap saat, sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika diberikan dengan baik dan benar sebagai makanan tunggal, ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi untuk tumbuh secara optimal hingga 6 bulan.

ASI mengandung makrofag, limfosit, dan antibodi yang dapat mencegah bayi terinfeksi penyakit tertentu. Pemberian ASI juga memiliki pengaruh biologis dan emosional yang signifikan terhadap kesehatan ibu dan anak, begitu juga dengan mempererat ikatan (bonding).

Anjuran untuk menyusui secara eksklusif selama enam bulan, lalu dilanjutkan berbarengan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) hingga dua tahun terdengar mudah, tapi pada beberapa ibu bisa penuh tantangan. Dibutuhkan niat dan dukungan tanpa henti dari orang-orang di sekitar.

Isu utama menyusui di tempat umum: sosial dan kesehatan

Selama periode dua tahun tersebut, idealnya ibu tetap berada di rumah dan fokus mengurus bayi. Namun itu rasanya tak mungkin, karena ibu menyusui juga perlu perubahan suasana agar tidak bosan, atau ada keperluan lain di luar rumah, sehingga terkadang menyusui di tempat umum tak terelakkan.

Ada dua isu utama menyusui di tempat umum, yaitu isu sosial dan isu kesehatan. Mengenai isu sosial, hingga kini banyak yang masih menganggapnya terlalu vulgar atau tak pantas, sementara sebagian lainnya mendukung. Isu ini bisa diatasi dengan cara mengenakan penutup dada khusus (nursing cover) ketika menyusui di tempat umum.

Pilihan lainnya adalah dengan menyusui di ruangan khusus laktasi. Namun sayangnya, belum banyak gedung dan – atau – fasilitas umum yang memiliki ruangan khusus menyusui.

PHK2I Papua Barat: Pemda Mendukung Honorer K2 Jadi PNS

Hannah Al Rashid Ungkap Situasi Seram Saat Syuting Film Horor

Rammang-rammang Daya Tarik Wisman Eropa

Istana Negara Tegaskan 10 Capim KPK Sudah Final

Tambahan Subsidi KPR Sulit Terealisasi, Disarankan Pakai Skema BP2BT

Perihal isu seputar kesehatan, banyak yang menganggap bahwa menyusui di tempat umum bisa berbahaya bagi kesehatan bayi. Banyaknya orang yang lalu-lalang bukan tak mungkin menjadi sumber kontaminasi kuman di udara, misalnya di fasilitas publik.

Bisa saja ketika menyusui Anda berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit tuberkulosis (TBC), flu, campak, dan penyakit menular lainnya. Kuman yang menyebar lewat udara bisa dengan mudah menginfeksi bayi yang memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Selain itu, ancaman kesehatan juga bisa datang dari polusi udara, asap kendaraan, asap dari pabrik, asap rokok, atau bau dari limbah atau sampah yang membuat kualitas udara buruk. Itu semua dapat membahayakan bayi dan Anda jika Anda menyusuinya di tempat umum. (jpnn)

Loading...