Tambahan Subsidi KPR Sulit Terealisasi, Disarankan Pakai Skema BP2BT


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) skema FLPP atau SSB sulit terealisasi tahun ini. Sebaiknya menggunakan skema BP2BT.BP2BT merupakan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Skema ini sudah lamaditawarkan, cuma tak populer. Masyarakat lebih memilih skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB).Kedua skema itu pun jadi serbuan utama. Dianggap lebih menarik sebab membuat MBR bisa merasakan angsuran flat 5 persen bunga hingga lunas.Deputi Regional Bisnis Kanwil V Bank BTN, Faridah Kadir, bertutur tahun ini jatah kuotanya hampir 20 ribu unit.”Sudah habis yang itu. Kami minta tambah 500-an unit lagi. Bulan ini habis juga,” katanya, Selasa, 3 September.Farida menjelaskan, pengembang sebetulnya tidak perlu risau dengan habisnya jatah hunian bersubsidi dengan skema FLPP atau SSB. Sebab, masih ada program BP2BT.”Kami sudah sosialisasikan skema BP2BT ke pengembang kok. Lagi pula, kita juga harus paham kalau kemampuan pemerintah terbatas,” jelasnya.Makanya, sarannya, pengembang jangan hanya memasarkan produk dengan skema FLPP atau SSB yang menjanjikan angsuran flat 5 persen itu. Sebab BP2BT sebetulnya juga bagus.”Ada bantuan (subsidi) hampir Rp40 juta pakai BP2BT. Kalau harga rumahnya Rp146 juta, sisanya tidak seberapa,” usulnya.Syarat mendapatkan BP2BT, pemohon harus miliki dana 5 persen dari total harga rumah. Itu pun ditabung selama durasi waktu 6 bulan pada bank pelaksana. Kemudian, memperoleh subsidi dari Kementerian PUPR hingga 38,8 persen dari harga rumah atau maksimal senilai Rp 32,4 juta.

Komentar

Loading...