Direktur Utama Bank Sulselbar Dicopot, Rahmat : Saya Berupaya Menjalankan Amanah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Kisruh kredit macet membuat kursi direksi Bank Sulselbar digoyang. Direktur utamanya, Andi Muhammad Rahmat, dicopot.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menyebut pencopotan jabatan Dirut Bank Sulselbar merupakan keinginan mayoritas pemegang saham. Selain itu tegas Nurdin, rekrutmen karyawan juga tidak transaparan.

Termasuk layanan IT target bank devisa tak ada progres signifikan.”Itu semua jadi atensi pemegang saham,” beber Nurdin usai RUPS Luar Biasa, di Four Point Hotel By Sheraton, Rabu, 4 September.

Tingginya angka kredit macet dipicu pinjaman RS Islam Faisal. Pembayaran utang sebesar Rp100 miliar tak mulus.Akibatnya, angka Non Performing Loan (NPL) Bank Sulselbar meningkat 100 persen. Selain itu, sejumlah sektor produktif yang dibiayai juga bermasalah. Seperti ekspor telur ikan terbang dan komoditas lainnya.

Namun dari sisi lain, Bank Sulselbar justru mampu mencatatkan kinerja moncer. Aset tumbuh 24,53 persen menjadi Rp25,6 triliun. Berkontribusi 17 persen dari total aset perbankan di Sulsel pada semester I 2019.

Andi Muhammad Rahmat sudah ikhlas jika jabatannya dicopot. Namun dia menjelaskan, terkait kredit macet di RS Faisal, itu murni karena pengaruh bisnis. “RS Faisal belum bayar utang karena juga belum dibayar oleh BPJS Kesehatan. Rumah sakit itu harus kita bantu,” ujarnya.

Sementara progres bank devisa kata Rahmat, sudah berproses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dijelaskannya, menjadi bank devisa memang termasuk salah satu corporate plan dari BPD yang juga sejalan dengan program pemprov Sulsel.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...