Evakuasi Pendulang Emas di Yahukimo Terkendala Medan

Kamis, 5 September 2019 09:38

FAJAR.CO.ID, YAHUKIMO– Upaya evakuasi pendulang emas di Yahukimo belum bisa dilakukan aparat terkait. Sebab, lokasi kejadian berada di daerah pedalaman Papua.“Akses menuju lokasi kejadian bila lewat jalur darat bisa sampai dua minggu,” tutur Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal.Jika memilih jalur sungai, petugas akan sulit melakukan evakuasi pendulang emas di Yahukimo. Sebab, sungai menuju lokasi kejadian hanya bisa dilewati kapal kecil atau speedboat yang kapasitasnya terbatas. “Masalah lainnya, komunikasi hanya bisa menggunakan telepon satelit,” terangnya.Karena itu, hingga kemarin tim yang dikirim belum memberikan laporan terkait upaya evakuasi pendulang emas di Yahukimo.Polisi juga belum bisa menyimpulkan motif penyerangan tersebut. Apakah terkait kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau persaingan bisnis antarsuku. Yang jelas, kata dia, tidak ada penggunaan senjata api dalam penyerangan tersebut. Sebagian besar korban terluka karena terkena panah dan parang.Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta personel TNI-Polri di dekat lokasi kejadian untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat setempat sambil melakukan evakuasi pendulang emas di Yahukimo. Terutama dengan mereka yang menolak kehadiran para pendulang emas tersebut. “TNI dan Polri sudah berangkat ke lokasi penambangan di perbatasan antara Yahukimo, Boven Digoel, dan Asmat,” ucap Tito Karnavian kepada wartawan, seperti dilansir Cenderawasih Pos (Fajar Grup) kemarin (4/9).Untuk mempercepat perjalanan dalam upaya evakuasi pendulang emas di Yahukimo, pasukan gabungan TNI-Polri akan menggunakan helikopter. “Kalau ada korban, kita akan evakuasi. Saya dan Panglima TNI sudah janji akan kejar pelakunya. Hukum harus tegak,” tegasnya. “Tidak boleh kita diam-diam saja kalau ada korban. Kalau nanti ada penyelesaian adat, itu lain lagi. Tapi, pelakunya tetap kita kejar,” lanjut mantan Kapolda Papua itu.

Komentar