Menteri ESDM Ignatius Jonan Minta KKKS Efisiensi Biaya

Kamis, 5 September 2019 - 10:35 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Harga minyak dunia akhir-akhir ini bergerak fluktuatif. Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu usaha hulu migas nasional. Karena itu, Menteri ESDM Ignatius Jonan meminta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk melakukan efisiensi. Sehingga, biaya produksi bisa ditekan.

’’Yang kita bisa lakukan adalah melakukan efisiensi biaya produksi. Gunakan teknologi yang lebih up-to-date,’’ kata Menteri ESDM Ignatius Jonan, usai pembukaan pameran perusahaan migas yang dilaksanakan Indonesia Petroleum Association (IPA) di Jakarta Convention Center kemarin (4/9).

Menteri ESDM Ignatius melanjutkan, harga minyak dunia dipengaruhi oleh beberapa hal. Yakni, permintaan dan ketersediaan. Jika permintaan tinggi namun pasokan minim, harganya akan melambung. Begitu sebaliknya.

Selain itu, juga dipengaruhi gejolak politik global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah juga sangat berpengaruh terhadap harga minyak dunia. ’’Jadi, harga minyak dan gas tidak ada yang bisa menentukan. Mekanisme pasar menyesuaikan dengan dinamika ekonomi dan politik,’’ tutur mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu.

KKKS sebagai pengusaha hulu migas harus mencari cara. Yakni dengan menggunakan teknologi yang up-to-date. Sehingga, biaya operasinya lebih rendah. ’’Harus melakukan efisiensi bisnis,’’ tutur Menteri ESDM Ignatius Jonan.

Jonan menjelaskan, eksplorasi migas dalam kapasitas yang besar tidak pernah dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Semua biaya ditanggung KKKS. Karena itu, KKKS harus berani dan komitmen eksplorasi. ’’Pemerintah berikan insentif juga. Supaya lebih bergairah eksplorasi,’’ jelasMenteri ESDM Ignatius Jonan.

Kredit Macet Goyang Direksi BPD Sulsel, Dipicu Utang RS

Rumah Pribadi Bupati Muara Enim Ahmad Yani Digeledah KPK

Iuran BPJS Naik, Masyarakat Menjadi Korban

Suryadman Gidot, Bupati Bengkayang Dipecat oleh Demokrat

Evakuasi Pendulang Emas di Yahukimo Terkendala Medan

Bisnis hulu migas memiliki risiko besar. Yakni, eksplorasi yang telanjur dilakukan belum tentu menghasilkan migas. Namun, itu harus dilakukan. Sebab, itu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui ada dan tidaknya minyak. ’’Semua eksplorasi harus menghasilkan migas itu belum tentu,’’ jelas Menteri ESDM Ignatius Jonan.

Menteri ESDM Ignatius Jonan juga meminta Pertamina harus punya semangat melakukan eksplorasi dengan sungguh. Sebab, bisnis hulu migas jika ingin melakukan ekspansi besar harus melakukan ekspansi sendiri.

Presiden ExxonMobil Indonesia yang juga menjabat Presiden IPA Louise McKenzie mengatakan, pihaknya mengapresiasi pemerintah Indonesia atas upaya meningkatkan iklim investasi migas. ’’Bersama kita berusaha menarik investasi dan bersama meningkatkan produksi migas Indonesia,’’ ujarnya.

Konvensi IPA diikuti ratusan perusahaan yang bergerak di bidang migas. Baik perusahaan dalam negeri maupun perusahaan luar negeri. ’’Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami melaksanakan pameran dan konvensi IPA ke-43. Sekitar 20 ribu peserta hadir dari berbagai belahan dunia,’’ ujar dia. (jp)

Loading...