Ratih Retnowati dan Dini Rijanti Akhiri Jabatan di Sel Tahanan

Kamis, 5 September 2019 - 08:35 WIB

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Dua legislator perempuan DPRD Surabaya periode 20014-2019, Ratih Retnowati dan Dini Rijanti harus mengakhiri masa jabatannya di periode ini di sel tahanan. Dia resmi ditahan Kejaksaan Tanjung Perak, Surabaya.

Selain kedua tersangka itu, jaksa juga menjebloskan enam tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jamas) Pemkot Surabaya tahun 2016.

Penahahan tersangka Ratih Retnowati dan Dini Rijanti, anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019, menjadi penutup kasus yang merugikan negara sebesar Rp5 miliar itu.

Tersangka Ratih Retnowati dan Dini Rijanti mendatangi kantor Kejari Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (4/9). Keduanya datang bergantian hanya selisih beberapa menit saja.

Ratih, warga Jalan Dukuh Kupang XX, datang terlebih dahulu pada pukul 11.15. Ia didampingi kuasa hukumnya. Setelah masuk ke ruang penyidik pidana khusus (pidsus), tersangka Dini, warga Kupang Krajan VI, pun menyusul.

Meski dicecar belasan pertanyaan oleh wartawan, Ratih Retnowati dan Dini Rijanti enggan berbicara. Ratih hanya tersenyum, sedangkan Dini tampak tegang. Keduanya diperiksa selama lima jam. Sekitar pukul 15.45, kedua politisi perempuan ini keluar dari ruang penyidik. Mengenakan rompi warna merah muda, khas tahanan tersangka korupsi di kejaksaan.

Mereka dalam pengawalan ketat jaksa. Meski diawal tegang, ekspresi Dini berbeda saat keluar dari ruang penyidik. Dia sama sekali tak menuntupi wajahnya dengan koran atau yang lain. Justru Ratih yang mengenakan topi warna putih. Keduanya memasuki mobil tahanan. Mereka ditahan di Rutan Kejati Jatim.

“Kami lakukan penahanan karena untuk mengantisipasi adanya tersangka kabur dan menghilangkan barang bukti. Kami tahan hingga 20 hari kedepan,” ucap Kepala Kejari Tanjung Perak Rachmat Supriady.

Rachmat mengatakan, peran Ratih Retnowati dan Dini Rijanti sama dengan empat tersangka sebelumnya, yakni mengkoordinir proposal dari RT atau RW penerima program Jasmas. “Dari sana keduanya mendapatkan fee dari setiap proposal tersebut,” ucap Rachmat.

Dia menyebut, sebelum ada kesanggupan Ratih Retnowati dan Dini Rijanti untuk memenuhi panggilan penyidik, mereka akan dijemput paksa seperti Syaiful Aidy. Namun, karena ada keterangan dari kuasa hukum jika keduanya siap memenuhi panggilan kejaksaan, upaya tersebut tidak dilakukan.

“Kami apresiasi iktikad baik keduanya menyerahkan diri. Meksipun mereka sudah mangkir panggilan sebanyak tiga kali,” ucapnya.

Menurut Rachmat, dengan ditahannya Ratih Retnowati dan Dini Rijanti, maka kasus ini tuntas. Namun, pengembangan akan tetap dilakukan jika terdapat fakta-fakta baru dalam persidangan. Dia juga me-warning kepada anggota DPRD lain yang mungkin menikmati uang jasmas itu untuk mengembalikan kepada negara.

“Kalau ada kesadaran itu, kami akan memberikan toleransi. Namun, jika sudah masuk dalam penyelidikan dan penyidik tak ada ampun lagi,” tegasnya.

Kuliner Khas Makassar Menjamu Raja dan Sultan se Nusantara, Iqbal Suhaeb : Inilah Salah Satu Identitas

Hotman Paris Menantan Elza Syarief, Begini Pernyataannya

19 Anggota DPR RI Terpilih Belum Serahkan LHKPN, Deadline KPU 7 September

Paus Fransiskus Kunjungi Afrika, Misi Damai di Mozambik

Amnesty International Indonesia Kecewa Veronica Tersangka

Dalam kasus ini, Agus Setiawan Jong telah divonis enam tahun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Juli 2019. Dari keterangan Agus Setiawan Jong itulah, kejaksaan menjerat enam tersangka lainnya. Yakni Sugito, Dharmawan, Syaiful Aidy, dan Binti Rochma, yang merupakan anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 lalu.

Kasus dugaan korupsi ini dengan cara mark up pengadaan barang dan jasa program jaring aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya 2016 lalu dengan total kerugian hingga Rp 5 miliar.

Aksi korupsi ini dilakukan oleh Agus Setiawan Jong dengan modus mengkoordinir 230 RT yang ada di Surabaya untuk mengajukan proposal pengadaan tenda, kursi, dan sound system.

Oleh tersangka, proposal itu diajukan ke anggota dewan untuk disetujui. Dana pengadaan itu diambil dari dana jasmas. Oleh tersangka, harga barang tersebut digelembungkan hingga Rp 5 miliar. (jpnn)

loading...