Akil 29 Bulan Disiksa Membabi Buta, Dimasukkan Karung dan Digantung

Jumat, 6 September 2019 - 12:24 WIB

FAJAR.CO.ID, LANGKAT– Seorang bocah, Muhammad Ibrahim Ramadan alias Akil 29 bulan tewas mengenaskan setelah disiksa secara membabi buta oleh ayah tirinya, Ramadhan Sitepu, 30.

Korban Akil, itu disiksa hanya karena kesal dengan kenakalan korban.

Mirisnya, setelah tewas, korban dikuburkan tak hanya oleh pelaku tapi juga dibantu istrinya yang tak lain ibu kandung korban.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa menjelaskan penganiayaan dilakukan pelaku karena kesal dengan korban.

“Pelaku merasa kesal dengan tingkah laku si anak,” ungkap AKP Fathir, Kamis (5/9) malam.

Tindakan pelaku terhadap Akil 29 bulan memang terbilang sadis. Korban dihajar pada bagian kaki, tangan, dan bahunya.

“Pelaku juga menyundutkan rokok di bagian tangan, kuping, bahu korban. Penganiayaan itu terjadi pada Senin sampai dengan Minggu tanggal 19 hingga 25 Agustus 2019,” jelas AKP Fathir.

Penganiayaan terhadap korban tak sampai di situ. Akil 29 bulan dimasukkan ke dalam goni serta digantung di luar gubuk yang mereka tempati.

“Pada hari Selasa, tanggal 27 Agustus 2019, sekitar pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia. Pada pukul 18.00 WIB dikuburkan oleh pelaku Riki Ramadan beserta istrinya di bawah lereng bukit dengan kedalaman sekitar 50 meter,” ungkapnya.

Pipa PVC Rucika Gunakan Stabilizer Ramah Lingkungan dan Kesehatan

PNS Beristri Polwan yang Selingkuhi Perawat Terancam 5 Tahun

Gramedia Raih Penghargaan Mitra Peduli PAUD dan Dikmas

YouTuber Andria Adiansyah Tambah Daftar Tersangka Rasisme

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, JK Bandingkan dengan Rokok

Ditambahkan Kapolsek Salapian AKP Junaidi, pelaku mengaku anaknya dititipkan ke rumah neneknya ketika ditanya tetangga keberadaan Akil 29 bulan.

“Anaknya ini (korban) kan bijak. Ada warga yang sering ngasih dia jajan tanya ke orangtuanya karena sudah lima hari enggak nampak (kelihatan),” ujar AKP Junaidi.

Saat dicek, ternyata korban tidak ada di rumah neneknya. Kemudian, hal itu dilaporkan kepada Babinsa Koramil Salapian dan personel Polsek Salapian.

Dilakukan pencarian pada Rabu (4/9) malam disekitar gubuk tempat Akil 29 bulan tinggal. Lalu ditemukan sendal korban di lereng perbukitan. Saat itu warga mencium bau menyengat. Ketika dicek, ternyata bau tersebut berasal dari jasad korban yang dikubur oleh kedua orangtuanya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal Pasal 340 juncto Pasal 338 KUHPidana sub Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (jpnn)

Loading...