Debu Tambang Marmer Dikeluhkan Warga Kampung Bontoa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,PANGKEP – Dampak debu semakin dirasakan warga yang bermukim dengan lokasi tambang marmer di Kampung Bontoa, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene. Mengganggu kesehatan mereka.

Seorang warga sekitar, Bondeng Arsyad, menilai kehadiran tambang yang sudah sembilan tahun itu sangat merugikan. Masyarakat terus mengeluhkan gangguan pernafasan, akibat debu dari aktivitas tambang yang berada di belakang rumahnya itu.

“Sering sekali anak-anak di sini batuk karena banyak debu dari lokasi tambang. Jaraknya semakin dekat dengan rumah kita, bahkan sudah ada beberapa yang masuk rumah sakit,” ungkap Bondeng saat ditemui, Kamis, 5 September.

Tidak hanya itu, rumah warga sekitar juga jarang dibuka. Mereka malas membuka, lantaran debu pasti akan masuk ke rumah.

“Rumah tidak dibuka saja debu tetap masuk. Tiap hari kotor kita bersihkan terus debunya yang sangat meresahkan kita warga di sini, apalagi tidak pernah ada penyiraman debu ataupun ganti rugi yang diberikan,” keluhnya.

Amir, warga lainnya meminta pemerintah menghentikan aktivitas tambang marmer tersebut. Katanya, sudah bertahun-tahun keberadannya hanya meresehkan warga sekitar.
“Lebih baik ditutup saja, kita warga yang menderita dengan adanya tambang marmer itu.

Perusahaan tidak pernah memperhatikan aspek lingkungan sekitar tambang, hingga berdampak ke kesehatan warga,” pintanya.

Anggota DPRD Pangkep, Haris Gani, meminta perusahaan tambang untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat sekitar. Ia juga mendesak pemerintah, agar lebih tegas bersikap.

“Kewajiban perusahaan itu untuk memperhatikan seluruh aspek lingkungan sekitar. Kalau memang tidak bisa, lebih baik pemerintah tutup saja tambang ini,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Tambang PT Wutama Tri Makmur, Haris Nawawi berjanji akan memenuhi permintaan warga untuk melakukan penyiraman di kampung yang terdampak. Aktivitas tambang pun juga diakui sulit jika tidak melakukan penggalian yang lebih dekat dengan pemukiman.

“Debu itu tentunya akan kita lalukan penyiraman di wilayah-wilayah yang dikeluhkan. Jam operasional juga tidak lagi sampai tengah malam,” janjinya.(fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar