Hendak Bergerilya di Hutan, Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris di tiga tempat berbeda, di wilayah Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Ketiganya, yaitu CA alias Enal, A alias U alias Angga, dan juga AS alias Putra diketahui hendak bergabung bersama kelompok jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Mereka juga siap melakukan amaliyah.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan ketiga terduga teroris itu rencananya hendak bergerilya di hutan wilayah Palu, Sulteng.

“Dari informasinya begitu (mau gabung MIT pimpinan Ali Kalora). Namun belum sempat bergabung mereka berhasil ditangkap Tim Densus 88 secara terpisah,” kata Dedi kepada awak media di Mabes Polri, Kamis (5/9).

Dedi menjelaskan proses penangkapan berawal dari diamankannya terduga teroris bernama CA alias Enal di jalan Trans-Sulawesi, Taiwei, Sulawesi Tengah, Selasa (3/9) pukul 13.40 WIB. Setelah itu, terduga teroris A bin U alias Angga di Jalan Benteng, Birobuli, Palu Selatan, Sulteng. Dan terakhir, AS alias Putra alias Siregar di Jalan Malaya, Birobuli, Palu Selatan, Sulteng.

“Ketiganya ditangkap pada hari yang sama, setelah pengembangan di lapangan,” jelas Jenderal bintang satu tersebut.

Dedi mengatakan ketiga terduga teroris itu bukanlah warga setempat. Akan tetapui mereka adalah pendatang dan baru tiba beberapa hari saja.

“Mereka ini warga pendatang, seperti pelaku CA alias Enal berasal dari Sulawesi Tenggara, pelaku A alias U alias Angga berasal dari Sulawesi Selatan, dan terakhir AS alias Putra alias Siregar adalah warga asal Medan. Jadi, kedatangannya ke Palu tujuannya bergabung dengan MIT,” ungkapnya.

Dedi mengatakan pihaknya masih mendalami ketiganya memiliki keterlibatan dengan kelompok JAD di tempatnya masing-masing atau tidak.

“Dugaan kami, mereka berasal dari kelompok teroris JAD di tempat asalnya masing-masing. Tapi ini masih dugaan, dan masih terus didalami penyidik Tim Densus 88,” ujar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini.

Meski demikian, Dedi mengungkapkan, hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa ketiganya telah menyiapkan aksi amaliyah.

“Hasil informasi, para terduga ini sudah menyiapkan amaliyah, lantaran setiap keluar rumah selalu mempersiapkan diri dengan bawa parang dan golok,” tutur dia.

Ada dugaan juga ketiganya pernah mengikuti latihan menyerupai militer, seperti latihan menembak dengan senapan angin.

“Barang bukti yang diamankan dari CA berupa uang tunai Rp 1,8 juta, dan perlengkapan pribadinya. Sedangkan, dari tersangka A ada 34 barang bukti antaranya, buku jihad, buku merakit bom, senapan angin beserta peluru dan peredamnya. Lalu, 17 busur panah, ketapel besi, teleskop, parang, printer, dan sepeda motor,” urainya.

“Dan terakhir dari AS, polisi menyita 31 barang bukti, seperti alat komunikasi, parang, panah, sepeda motor, pipa, tabung, serbuk, dan obeng. Adapun dari seluruh barang bukti itu anggota masih mendalami apakah barang-barang itu merupakan bahan untuk membuat bom pipa atau bukan,” tambahnya.
(fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...