Kasus Skimming, Uang Rp80 Juta Nasabah di Bank Raib

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Kasus pencurian uang lewat strip magnetik kartu debit alias skimming kembali terulang. Seolah tidak ada antisipasi perbankan dalam mengatasi kasus skimming.

Kembali menimpa nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Adalah @adty**r, dia berkicau uang rekeningnya sebesar Rp80 juta raib tanpa diketahuinya.

Dia menceritakan, setelah mencetak buku tabungan, dia kaget terjadi transaksi penarikan hingga Rp70 juta sejak periode 28 Agustus-2 September 2019. Setiap kali transaksi penarikan diambil sebesar Rp2,5 juta. Kemudian terjadi penarikan susulan sebesar Rp10 juta.

Menanggapi kasus yang menimpa nasabahnya. Corporate Secretary BRI, Hari Purnomo mengatakan, pihaknya sedang melakukan investigasi terkait hilangnya sejumlah dana dari rekening nasabah BRI.

“kami sampaikan BRI akan bertanggung jawab kepada nasabah yang terindikasi terkena tindak kejahatan perbankan,” kata dia, kemarin (5/9).

Agar tidak terjadi skimming, dia meminta kepada seluruh nasabah BRI untuk selalu menjaga kerahasiaan dan melakukan penggantian personal identity number (PIN) secara berkala untuk kenyamanan bertransaksi.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Pieter Abdullah mengatakan, bahwa kasus skimming merupakan ekses atau dampak negatif dari perkembangan teknologi. Hal itu terjadi seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi. maka tantangan serta risiko di sistem perbankan juga meningkat.

“Nah regulator dan perbankan memang harus memitigasi semua risiko tersebut. Tapi d isisi lain nasabah juga tidak boleh pasif menyerahkan semuanya kepda regulator dan perbankan. Nasabah harus aktif melindungi dirinya sendiri dengann cara berhati-hati setiap kakali melakukan transaksi. Hati-hati juga dengan data-data pribadi,” ujar dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (5/9).

Menurut Pieter, di era digital banyak masyarakat yang kurang hati-hati menjaga kerahasiaan data-data. Karena itu, potensi pencurian uang nasabah sangat besar sekali terjadi.

Pieter memuji BRI yang merespon cepat akan bertanggung jawab atas kehilangan puluhan juta nasabahnya. “Saya kira BRI sudah melakukan langkah yang benar dengan mengganti uang tersebut. Langkah BRI ini adalah wujud tanggungjawab bank dan akan berpengaruh positif terhadap kepercayaan nasabah kepada bank,” ucap dia.

Agar tidak terjadi kasus serupa, Pieter mengingatkan kepada nasabah selalu meningkatkan kewaspadaan. “Bank harus terus mengawasi semua fasilitas ATMnya, dan nasabah juga hendaknya berhati-hati ketika melakukan transaksi di ATM atau di tempat-tempat yang terbuka,” pesan Pieter.

Senada dengan Pieter, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan, bahwa kasus skimming bisa dicegah oleh perbankan dengan kartu ATM berteknologi magnetic stripe.

“Jadi data-data di kartu tidak gampang diduplikat. Harus ada penggantian kartu ke teknologi cip jika kejadian skimming ini tidak terulang,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Kamis (5/9).

Sebelumnya, kasus serupa terjadi di Kediri, Jawa Timur. Puluhan nasabah BRI dikejutkan dengan raibnya saldo rekening mereka secara misterius. Jumlah uang tabungan yang hilang bervariasi antara Rp500 ribu, Rp4 juta, bahkan mencapai Rp10 juta.

(din/fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...