Pelajar SMP Tarik Bocah 5 Tahun ke Semak, Ini yang Dilakukan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Remaja inisial MD, 13, yang masih berstatus pelajar SMP, melakukan pencabulan setelah menonton film adegan orang dewasa.

Korban bocah perempuan usia 5 tahun, sebut saja Bulan, dicabuli di kebun di kawasan Loa Bakung, Sungai Kunjang, Samarinda.

“Lokasinya enggak jauh dari permukiman, tapi memang agak sepi,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Iptu Rihard Nixon saat ditemui di ruangan kerjanya.

Ancaman keluar dari mulut pelajar SMP MD. “Jangan ngomong ke siapa-siapa, termasuk polisi,” sambung perwira balok dua itu menirukan perkataan pelaku.

Dia mengungkapkan, kejadian tersebut Jumat (9/8) lalu. Saat korban berangkat mengaji menuju masjid yang tidak jauh dari rumahnya, langkahnya terhenti karena keberadaan pelajar SMP MD. Pelaku pun menarik korban ke kebun.

Bulan sejatinya sudah menolak. Namun, dia tidak kuasa melawan laki-laki bertatus pelajar SMP yang jauh lebih besar darinya. “Awalnya tak sampai berbuat intim, tapi lama-kelamaan korban terus-menerus dipaksa,” terangnya. Walhasil, perbuatan keji sang remaja ke Bulan berlanjut.

“Ada saksi yang melihat di tempat duduk itu ada darah,” terangnya. Diungkapkan Nixon, ancaman yang disebutkan pelaku ke korban diutarakan setelah selesai berbuat.

Hendak Bergerilya di Hutan, Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris

Remaja 14 Tahun Bantai Ayah, Ibu, dan Adik-adiknya

Kasus Skimming, Uang Rp80 Juta Nasabah di Bank Raib

Edi Chandra Purnama Dibunuh Istrinya Aulia Kesuma Seperti Ini

Serangan Jantung, Durasi Tidur Jadi Salah Satu Pemicu

Orang tua Bulan pun melihat kejanggalan pada anaknya. Rasa takut diintimidasi pelaku, ketakutan korban terlihat dari raut wajahnya. Namun setelah diperiksa dokter di salah satu rumah sakit Kota Tepian, saran dari dokter untuk berkoordinasi ke kepolisian. “Saat itu ibu korban baru tahu jika anaknya digagahi,” sambungnya.

Setelahnya Bulan bercerita atau sekitar 10 hari setelah kejadian, pelaku yang sedang sekolah dijemput paksa polisi. “Dia (MD) langsung mengaku,” ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan, pelajar SMP itu berani berbuat itu karena terpengaruh adegan orang dewasa yang dilihat dari gawai rekannya. “Nonton bareng, Mas,” ungkapnya.

Dalam perkara itu, pelaku mendapat pendampingan hukum. “Memang ada perlakuan khusus ketika kasus baik pelaku dan korbannya anak-anak. Mari orang tua berkaca dari yang sudah ada,” tutupnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment