Perangi Rentenir, Baznas Microfinance Diluncurkan

Jumat, 6 September 2019 - 19:00 WIB
FOTO: ISTIMEWA
FAJAR.CO.ID, MAROS — Guna memerangi rentenir yang umumnya menjerat para pengusaha mikro, program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Microfinance diluncurkan Baznas Kabupaten Maros, Jumat, 6 September 2019.

Program ini merupakan sebuah lembaga keuangan mikro non profit untuk para pengusaha mikro dari kalangan kurang mampu dari Baznas Pusat.

Di mana lembagai ini bertujuan untuk memerangi rentenir yang telah menjerat para pengusaha mikro yang terdesak kebutuhan modal dan kurangnya akses para pengusaha mikro kepada penyedia modal yang layak.

Anggota Baznas RI, Bana Mintarti mengatakan, peluncuran program Baznas Microfinance ini selaras dengan pilar zakat yang salah satunya mengentaskan kemiskinan.

“Jadi melalui program ini diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat, dengan cara memberikan bantuan berupa modal bagi para pelaku usaha kecil menengah,” jelasnya.

Dia berharap agar program ini bisa tercapai. Meski ini merupakan program yang baru di terapkan di Kabupaten Maros, bahkan di Sulawesi Selatan.

“Kita berharap program ini bisa berjalan dengan maksimal. Dan tidak ada kejadian yang memalukan seperti penyelewengan dana zakat. Karena yang kita kelola ini adalah uang zakat, dan milik umat,” harapnya.

Menurutnya Baznas Microfinance ini akan membuka akses pembiayaan kepada para pelaku usaha mikro.

Dia juga mengakui jika salah satu tujuan program ini yakni memutus mata rantai rentenir di kalangan pengusaha kecil.

“Supaya mereka bisa lebih mandiri ke depannya, dan tidak ketergantungan pada rentenir,” singkatnya.

Sedangkan Ketua Baznas Kabupaten Maros, Andi Said Patombongi mengatakan program ini diharapkan menjadi perpanjangan pengurus Baznas, untuk mengcover pemenuhan kebutuhan usaha mikro.

Dalam pemberian modal usaha untuk mikro ini, Baznas menyediakan anggaran sebesar Rp1 miliar.

“Microfinance ini merupakan program pemberdayaan, dan tumbuh kembangnya usaha masyarakat kecil. Sehingga dengan harapan, setelah mendapatkan bantuan,  paling tidak mereka bisa mandiri, dan tidak lagi meminta-minta,” paparnya.

Dia juga berharap agar semoga dengan adanya program ini mampu mengenteskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Maros. (rin)

Loading...