Presiden Iran Hassan Rouhani Perkaya Uranium Lebih Cepat

FAJAR.CO.ID, TEHERAN-- Presiden Iran Hassan Rouhani memerintahkan penghapusan semua batasan penelitian dan pengembangan nuklir negaranya. Itu sebagai langkah mengurangi komitmen perjanjian nuklir 2015 AS dan Uni Eropa.

Iran siap mengoperasikan sentrifugal canggih yang akan memperkaya uranium lebih cepat, setelah kesepakatan damai mengenai perjanjian nuklir dianggap gagal.

"Saya, sampai sekarang, mengumumkan langkah ketiga," kata Presiden Iran Hassan Rouhani di televisi pemerintah Rabu malam, tepat ketika Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka memberlakukan sanksi terhadap jaringan pengiriman minyak yang memiliki hubungan dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran.

"Organisasi energi atom [Iran] diperintahkan untuk segera memulai apa pun yang diperlukan di bidang penelitian dan pengembangan, dan mengabaikan semua komitmen yang ada terkait penelitian dan pengembangan," tandas Presiden Iran Hassan Rouhani seperti dilansir aljazeera, Jumat, 6 September.

Diketahui, perjanjian nuklir yang disepakati oleh Iran, China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa - memberi Teheran sanksi bantuan dengan imbalan menerima pembatasan pada program nuklirnya.

Sejak AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan pada Mei 2018 dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, Teheran bersikeras ingin menyelamatkan pakta tersebut tetapi penandatangan yang tersisa - terutama Eropa - harus memberikan dukungan ekonomi tambahan.

Pengumuman Presiden Iran Hassan untuk mempercepat pengayaan uranium disampaikan beberapa jam setelah Presiden Iran Hassan Rouhani mengancam untuk mengambil langkah, jika Eropa gagal memberikan solusi pada hari Jumat untuk memungkinkan Iran menjual minyaknya ke luar negeri setelah penarikan dan sanksi AS.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...