Wakil Bupati Masykuri Incar Kendaraan PDIP di Pilbup 2020

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KEDIRI– Panggung politik menjelang pemilihan bupati Kediri mulai menghangat. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah mulai menggelar penjaringan para bakal calon bupati (bacabup). Dan, Wakil Bupati Masykuri menjadi yang pertama mengambil formulir di posko penjaringan partai berlogo kepala banteng bermoncong putih itu kemarin (5/9).

Usai mengambil formulir,Wakil Bupati Masykuri menyampaikan alasan mengapa mendaftarkan diri sebagai cabup dari PDIP. Ia beralasan, selama dua periode telah mengabdi melalui PDI Perjuangan. Yaitu sejak menjabat wakil bupati periode pertama pada 2010 silam.

“Kami merasakan masih banyak hal-hal yang belum bisa saya lakukan selama menjadi wakil bupati. Karena itulah saya mencalonkan diri (menjadi bupati),” katanya Wakil Bupati Masykuri.

Wakil Bupati Masykuri mengaku, pencalonan ini murni dorongan pribadi. Tidak ada desakan atau permintaan orang lain. Termasuk, dia juga tak berkoordinasi dengan Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri Sutrisno terlebih dulu. Yang mendorongnya adalah keinginan berjuang untuk masyarakat Kabupaten Kediri.

Tidak lagi sebagai wakil bupati tapi melalui jabatan bupati. Sebab menurutnya, Kabupaten Kediri dengan penduduk mencapai 1,6 juta jiwa ini membutuhkan sentuhan untuk mengembangkan potensi yang telah ada.

“Dan Insyaallah karena saya dilahirkan sebagai birokrat, kemudian hampir sepuluh tahun menjadi wakil bupati, saya telah mengenali berbagai permasalahan yang ada,” ujar Wakil Bupati Masykuri.

Seberapa tinggi optimisme Masykuri bisa mendapat rekomendasi dari PDIP? Masykuri menegaskan sangat optimistis. Menurutnya, PDIP tentu akan melihat siapa sosok calon terbaik.

Keoptimisan itu, menurut Wakil Bupati Masykuri, juga didorong restu keluarganya. Sang wabup mengatakan sebelum mengambil formulir dia lebih dulu bermusyawarah dengan keluarga.

Lalu, siapa nanti pasangannya sebagai bacabup? Masykuri tak bisa menjawab banyak. Yang jelas ia menyerahkan sepenuhnya pada pihak partai pengusung. Namun ia berharap, bila memang dipilih sebagai bacabup dalam pilkada nanti, maka bacawabupnya berasal dari struktural partai.

“Sehingga bisa berkolaborasi dengan saya yang berpengalaman di dunia pemerintahan,” ujar Wakil Bupati Masykuri.

Wakil Bupati Masykuri datang ke kantor DPC PDIP, di Jalan Raya Kediri-Pare, tepat pukul 12.10 WIB. Ditemani Sutrisno dari Lembaga Bantuan Hukum Ansor Kabupaten Kediri, mantan ketua Panwaslu Kabupaten Kediri Muji Harjita, dan beberapa koleganya.

Ketua Tim Penjaringan PDI Perjuangan, Dodi Purwanto menyampaikan, Wakil Bupati Masykuri menjadi orang pertama yang mengambil formulir di sekretariat penjaringan. Kebetulan, waktu penjaringan memang dimulai kemarin. Waktu pendaftaran itu akan dibuka hingga 14 September mendatang. Sekaligus menjadi waktu terakhir pengembalian formulir. “Sebelum dilakukan validasi berkas pada 16 September,” ujar Dodi.

Dodi menambahkan, selain DPC, DPD PDIP juga memiliki kewenangan untuk membuka pendaftaran. “Kami berharap yang bersangkutan mengambil (formulir) sendiri. Ada beberapa hal yang ada di peraturan partai nomor 24 yang harus kami sampaikan kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Rakernas PKH2I Sepakat Titi Purwaningsih Pimpin Honorer K2

Oknum TNI R Tembak Driver Ojol, Korban Dibuang di Pinggir Tol

Sertijab, 11 Perwira Polres Maros Berganti

Mahasiswa Papua di Bali Tuntut Papua Merdeka

Akil 29 Bulan Disiksa Membabi Buta, Dimasukkan Karung dan Digantung

Dodi menegaskan, dalam pendaftaran kali ini, PDIP tak meminta mahar. Semua proses pendaftaran tidak dipungut biaya. “Nanti yang akan kami jaring minimal ada dua pasang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dodi menambahkan, PDIP merupakan partai pelopor dan modern yang bersifat terbuka. Maka akan melayani siapapun yang akan mengambil mendaftar.

“Sebenarnya pendaftaran ini bersifat tertutup dan mengutamakan kader. Tapi karena kami partai terbuka, kami welcome kepada siapapun. Setelah ini kami akan tetap validasi,” paparnya.

Terkait kriteria calon, ia menegaskan bahwa secara otomatis harus sesuai dengan visi misi partai. Termasuk sesuai dengan ADRT. Juga mau menyerahkan dedikasinya, jiwanya untuk partai yang dalam hal ini untuk memperjuangkan wong cilik. “Bagaimanapun hidup ini harus bermanfaat untuk orang lain,” pungkasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar